Malaysia dan Singapura Ternyata Tak Senang RI Punya Industri Semikonduktor
Sabtu, 11 Mei 2024 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Namun demikian untuk membangun industri tersebut masih terdapat tantangan salah satunya Sumber Daya Manusia (SDM). Ke depan Indonesia masih memerlukam cukup banyak SDM di bidang mikroelektronik dan megatronik.
Baca Juga: Indonesia Perkuat Komitmen Konstitusional Berpartisipasi dalam Tatanan Dunia
Namun menurutnya, Indonesia sebelumnya sudah pernah masuk ke Industri semikonduktor pada era Menteri Ketenagakerjaan periode 1993-1998, Abdul Latief. Namun sayangnya pembangunan industri semikonduktor itu tidak berkembang ketika masuk periode robotisasi, akibatnya perusahaan asing justru pindah ke Malaysia.
"Dulu ada di Indonesia (perusahaan semikonduktor), tapi zaman menteri tenaga kerjanya waktu itu pak Latif, dia tidak setuju semikonduktor di robotisasi, akibatnya pindah ke Malaysia," kata Menko Airlangga.
"Hari ini ekspor Malaysia, electronic based 40%. Nah Indonesia harus menarik ulang. Semikonduktor Indonesia baru di hilir, di testing sama di assembling," tutupnya.
Baca Juga: Indonesia Perkuat Komitmen Konstitusional Berpartisipasi dalam Tatanan Dunia
Namun menurutnya, Indonesia sebelumnya sudah pernah masuk ke Industri semikonduktor pada era Menteri Ketenagakerjaan periode 1993-1998, Abdul Latief. Namun sayangnya pembangunan industri semikonduktor itu tidak berkembang ketika masuk periode robotisasi, akibatnya perusahaan asing justru pindah ke Malaysia.
"Dulu ada di Indonesia (perusahaan semikonduktor), tapi zaman menteri tenaga kerjanya waktu itu pak Latif, dia tidak setuju semikonduktor di robotisasi, akibatnya pindah ke Malaysia," kata Menko Airlangga.
"Hari ini ekspor Malaysia, electronic based 40%. Nah Indonesia harus menarik ulang. Semikonduktor Indonesia baru di hilir, di testing sama di assembling," tutupnya.
(nng)
Lihat Juga :