alexametrics

Baked Magic Perluas Bisnis ke Indonesia

loading...
Baked Magic Perluas Bisnis ke Indonesia
Perusahaan asal Jepang Baked Magic membuka outlet pertamanya di Indonesia dikarenakan pangsa Indonesia yang sangat besar. Foto/Rina
A+ A-
JAKARTA - Bisnis kuliner menjadi usaha yang menjanjikan di Indonesia, terlebih kebiasaan masyarakat yang sangat menyukai beragam jenis makanan. Untuk itu, perusahaan asal Jepang Baked Magic membuka outlet pertamanya di Indonesia dikarenakan pangsa Indonesia yang sangat besar.

Pemilik Baked Magic Olwen Go Deberta mengatakan, bakal menargetkan membuka sepuluh outlet Baked Magic di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini untuk memperluas bisnis roti jenis puff yang bakal menguntungkan perseroan. "Rencananya kita mau ekspansi dari satu tahun sepuluh outlet lagi memang terus kita ekpansi lagi, sebenarnya kita mau ke luar kota di Jakarta," ujar Olwen di Jakarta, Jumat (1/2/2019)

Kata dia, pihaknya memiliki filosofi bisnis yang berbeda dengan perusahaan bisnis lainnya. Pasalnya filosofi yang diusung baked magic ini menggambar tujuan binsis dari perusahaan. "Jadi kami mengusung filosofi bisnis yang berbeda dengan bisnis perusahaan roti lainnya di Indonesia. Sebab, kita itu menyajikan menu yang berbeda dan ada menu spesial yang kami sediakan di Indonesia," katanya.



Sambungnya Baked Magic akan bekerja sama dengan Ovo dan Gopay dalam memudahkan pembayaran, ditambah serta akan meningkatkan beberapa promo yang menarik pelanggan. "Nantinya bakal menggandeng Ovo dan Gopay untuk memudahkan pembayaran dan pasti bakal ada promo menari setiap momen spesial agar para pelanggan tertarik dan bakal meningkatkan penjualan," papar dia.

Baked Magic sendiri membanderol harga roti puff sendiri oada kisaran Rp29.900 sampai sengan Rp49.000. Tidak hanya itu, kemasan pun diusung berbeda dengan mencerminkan produksi yang ramah lingkungan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak