AS Tambah Daftar Hitam Perusahaan yang Terkait dengan China dan Rusia
Senin, 13 Mei 2024 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
Selain 11 perusahaan yang dilaporkan terkait dengan insiden balon mata-mata, 22 perusahaan lainnya juga dimasukkan ke dalam daftar karena terkait dengan upaya China untuk meningkatkan teknologi kuantum dan upaya untuk mendapatkan barang-barang asal AS untuk meningkatkan industri dalam negeri.
"Aktivitas-aktivitas ini memiliki aplikasi militer yang substansial dan menimbulkan ancaman yang signifikan terhadap keamanan nasional AS," bunyi pernyataan tersebut dilansir dari Kyiv Independent, Senin (13/5/2024).
Beberapa perusahaan yang dijatuhi sanksi juga terkait dengan program nuklir China atau terlibat dalam ekspor ke Rusia. Beijing telah mempertahankan hubungan dekat dengan Moskow selama perang, meningkatkan kerja sama ekonomi dan mengganggu upaya Barat untuk mengisolasi Rusia.
Baca Juga: Digempur Sanksi Barat, China Pegang Kendali Ekspor Gas Rusia
Perdagangan yang diperluas dengan China telah memainkan peran penting dalam memungkinkan Moskow untuk menjaga ekonominya tetap berjalan dan meningkatkan industri militernya meskipun ada tekanan ekonomi dari sanksi Barat.Presiden AS Joe Biden sebelumnya mengumumkan putaran sanksi berskala besar lainnya pada 23 Februari yang menargetkan 500 entitas di Rusia.
"Aktivitas-aktivitas ini memiliki aplikasi militer yang substansial dan menimbulkan ancaman yang signifikan terhadap keamanan nasional AS," bunyi pernyataan tersebut dilansir dari Kyiv Independent, Senin (13/5/2024).
Beberapa perusahaan yang dijatuhi sanksi juga terkait dengan program nuklir China atau terlibat dalam ekspor ke Rusia. Beijing telah mempertahankan hubungan dekat dengan Moskow selama perang, meningkatkan kerja sama ekonomi dan mengganggu upaya Barat untuk mengisolasi Rusia.
Baca Juga: Digempur Sanksi Barat, China Pegang Kendali Ekspor Gas Rusia
Perdagangan yang diperluas dengan China telah memainkan peran penting dalam memungkinkan Moskow untuk menjaga ekonominya tetap berjalan dan meningkatkan industri militernya meskipun ada tekanan ekonomi dari sanksi Barat.Presiden AS Joe Biden sebelumnya mengumumkan putaran sanksi berskala besar lainnya pada 23 Februari yang menargetkan 500 entitas di Rusia.
(nng)
Lihat Juga :