ACI dan Bandara Soekarno-Hatta Tingkatkan Standar Keselamatan lewat Program APEX in Safety
Senin, 13 Mei 2024 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, posisi ini memotivasi Angkasa Pura II, sebagai pengelola Bandara Soekarno-Hatta, untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat.
“Tentu saja kami telah memenuhi aspek standar, termasuk 3S+1C atau Safety, Security, Service dan Compliance. Pada kesempatan ini, PT Angkasa Pura Indonesia mendukung program ACI yakni Airport Excellence in Safety untuk meningkatkan kualitas keselamatan dan keamanan pada sistem di bandara,” ujar Wendo.
Di tempat yang sama, Direktur Operasi PT Angkasa Pura II Agus Haryadi mengatakan bahwa program bersama ACI ini mengevaluasi 21 titik dengan fokus pada 6 area di Bandara Soekarno-Hatta.
“Evaluasi fokus pada 6 area, yaitu Runway Safety, Wildlife Hazard Management, Foreign Object Debris Management, Movement Area Access, Aerodrome Works Safety dan Apron Safety Management,” ujar Agus Haryadi.
Melalui program APEX in Safety ini, ACI juga akan memberikan asistensi dalam mengembangkan rencana aksi guna peningkatan aspek keselamatan, lalu asistensi dalam manajemen risiko dan sistem manajemen kualitas, serta secara berkelanjutan memberikan akses jaringan internasional para ahli di industri aviasi.
“Tentu saja kami telah memenuhi aspek standar, termasuk 3S+1C atau Safety, Security, Service dan Compliance. Pada kesempatan ini, PT Angkasa Pura Indonesia mendukung program ACI yakni Airport Excellence in Safety untuk meningkatkan kualitas keselamatan dan keamanan pada sistem di bandara,” ujar Wendo.
Di tempat yang sama, Direktur Operasi PT Angkasa Pura II Agus Haryadi mengatakan bahwa program bersama ACI ini mengevaluasi 21 titik dengan fokus pada 6 area di Bandara Soekarno-Hatta.
“Evaluasi fokus pada 6 area, yaitu Runway Safety, Wildlife Hazard Management, Foreign Object Debris Management, Movement Area Access, Aerodrome Works Safety dan Apron Safety Management,” ujar Agus Haryadi.
Melalui program APEX in Safety ini, ACI juga akan memberikan asistensi dalam mengembangkan rencana aksi guna peningkatan aspek keselamatan, lalu asistensi dalam manajemen risiko dan sistem manajemen kualitas, serta secara berkelanjutan memberikan akses jaringan internasional para ahli di industri aviasi.
(ars)
Lihat Juga :