Negara-negara Ini Paling Tahan Terhadap Perang Dagang, RI Termasuk!
Minggu, 19 Mei 2024 - 21:25 WIB
loading...
A
A
A
Mengomentari temuan tersebut, Stanislav Murashov, Kepala Ekonom di Raiffeisenbank, mencatat bahwa ketika menghadapi pembatasan ekonomi, negara-negara yang paling sedikit terkena dampak akan menjadi pihak yang paling siap.
Baca Juga: IMF: Fragmentasi Ekonomi AS-China Rugikan Pertumbuhan Global
"Pemenangnya adalah yang secara umum, bersiap menghadapi (pembatasan) dengan melokalisasi produksinya, atau yang mampu, misalnya, meninggalkan beberapa komponen, suku cadang, bahan mentah, peralatan yang diimpor. Dilihat dari penelitian tersebut, kemungkinan tesis terkonfirmasi bahwa Eropa lebih bergantung pada pasar global dibandingkan China, Amerika Serikat, dan Rusia," katanya kepada harian berita Kommersant.
Hasil studi ini seakan menjelaskan mengapa perekonomian Rusia, yang telah terkena berbagai sanksi ekonomi internasional akibat konflik Ukraina, mampu bertahan. Ekonomi Rusia yang awalnya mengalami kontraksi sebesar 1,2% pada tahun 2022, tahun lalu pulih dengan mencatat pertumbuhan sebesar 3,6%.
Bahkan, di kuartal pertama tahun 2024 PDB Rusia mampu tumbuh sebesar 5,4% (yoy). Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan pada bulan lalu bahwa mereka memperkirakan perekonomian Rusia akan tumbuh sebesar 3,2% tahun ini, sebuah proyeksi yang menempatkan negara tersebut di depan sejumlah negara besar di Barat, termasuk AS (2,7%), Inggris (0,5%), Perancis (2,7%), dan Jerman (0,2%).
Baca Juga: IMF: Fragmentasi Ekonomi AS-China Rugikan Pertumbuhan Global
"Pemenangnya adalah yang secara umum, bersiap menghadapi (pembatasan) dengan melokalisasi produksinya, atau yang mampu, misalnya, meninggalkan beberapa komponen, suku cadang, bahan mentah, peralatan yang diimpor. Dilihat dari penelitian tersebut, kemungkinan tesis terkonfirmasi bahwa Eropa lebih bergantung pada pasar global dibandingkan China, Amerika Serikat, dan Rusia," katanya kepada harian berita Kommersant.
Hasil studi ini seakan menjelaskan mengapa perekonomian Rusia, yang telah terkena berbagai sanksi ekonomi internasional akibat konflik Ukraina, mampu bertahan. Ekonomi Rusia yang awalnya mengalami kontraksi sebesar 1,2% pada tahun 2022, tahun lalu pulih dengan mencatat pertumbuhan sebesar 3,6%.
Bahkan, di kuartal pertama tahun 2024 PDB Rusia mampu tumbuh sebesar 5,4% (yoy). Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan pada bulan lalu bahwa mereka memperkirakan perekonomian Rusia akan tumbuh sebesar 3,2% tahun ini, sebuah proyeksi yang menempatkan negara tersebut di depan sejumlah negara besar di Barat, termasuk AS (2,7%), Inggris (0,5%), Perancis (2,7%), dan Jerman (0,2%).
(fjo)
Lihat Juga :