Saat Sanksi Barat Percepat Dedolarisasi, Bank-bank Sentral Menumpuk Emas

Rabu, 22 Mei 2024 - 15:51 WIB
loading...
A A A
"Ini menunjukkan bahwa pembelian emas oleh beberapa bank sentral mungkin didorong oleh kekhawatiran tentang risiko sanksi, kata Gopinath.

Dalam kasus China, pangsa emas dalam cadangan devisanya meningkat dari di bawah 2% pada 2015 menjadi 4,3% pada 2023. Sementara itu, proporsi kepemilikan obligasi Treasury dan Agency AS turun dari 44% menjadi sekitar 30%, menurut Gopinath dari IMF.

Bank sentral terus membeli emas, meskipun harga tinggi

Sementara pembelian emas bank sentral China telah memonopoli berita utama, bank sentral lainnya juga ikut menimbun emas. Selain China, World Gold Council menulis dalam laporannya baru-baru ini bahwa pembeli emas besar lainnya termasuk di antaranya yakni Turki dan India.

Analis JPMorgan menulis dalam laporan bahwa mereka memperkirakan bank sentral akan melanjutkan laju pembelian mereka tahun ini ketika mereka "kurang sensitif terhadap harga." Ini berarti harga emas kemungkinan akan tetap tinggi tahun ini.

Yang pasti, demam emas yang sedang berlangsung tidak hanya didasarkan pada geopolitik.

Lonjakan harga emas saat ini juga dibantu oleh penguatan dolar AS, yang memacu beberapa negara berkembang untuk melakukan lindung nilai terhadap risiko mata uang mereka. Di China, orang-orang juga mengumpulkan emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi domestik.

Harga emas spot saat ini sekitar USD2.340 per ounce, turun dari rekor tertinggi di atas USD2.400 per ounce pada bulan April.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Satu Dekade Membangun...
Satu Dekade Membangun Literasi Keuangan Berbasis Emas di Indonesia
Rekomendasi
Sepekan Digelar, Jakarta...
Sepekan Digelar, Jakarta Fair 2026 Raih 1,5 Juta Pengunjung
Prabowo Minta Aset Negara...
Prabowo Minta Aset Negara Dikelola Maksimal untuk Masyarakat
Kartu Merah Piala Dunia...
Kartu Merah Piala Dunia 2026 Lampaui Edisi 2018 dan 2022
Berita Terkini
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved