Octa Ungkap Hasil Survei Tentang Kepercayaan Para trader dan Resep Kesuksesan
Jum'at, 24 Mei 2024 - 14:50 WIB
loading...
A
A
A
Untuk Indonesia, usia rata-rata responden adalah 42,5 tahun, sementara rata-rata pengalaman trading mereka kurang dari dua tahun. Sejak awal, mayoritas menyatakan bahwa mereka tidak menggunakan pertanda keberuntungan atau jimat untuk meningkatkan hasil trading mereka.
Namun, pertanyaan-pertanyaan lebih jauh menyingkapkan bahwa banyak responden yang terkadang mengandalkan perilaku yang terkait dengan keberuntungan. Misalnya, hanya 55 persen mengakui tidak mempunyai keyakinan, ritual, atau tradisi pembawa keberuntungan dalam sesi trading mereka. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa pengalaman praktik menjadikan trader berpengalaman lebih mengandalkan hal-hal yang telah membawa keberuntungan di masa lalu, tanpa memilih objek material apa pun untuk menaruh aspirasi mereka.
Ketika ditanya apakah mereka menganggap keberuntungan sebagai faktor penting dalam trading, 77 persen menjawab mereka lebih percaya pada strategi yang dipilih dan keterampilan yang dikembangkan dengan baik. Sebanyak 23 persen responden sisanya mengaitkan sebagian atau seluruh kesuksesan dalam trading dengan keberuntungan. Kemudian, 16 persen menyatakan bahwa keberuntungan, serta keterampilan sama pentingnya dan harus berjalan beriringan sebagai faktor penentu kesuksesan.
Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor subjektif masih berperan signifikan dalam transaksi harian trader modern, dan tidak dapat disebut sebagai sisa-sisa masa lalu atau takhayul yang sudah ketinggalan zaman.
Survei ini juga memberikan beberapa hasil yang patut dicatat mengenai hari-hari di mana para trader Indonesia melakukan kinerja tinggi dalam trading. Lebih dari 45 persen responden meyakini bahwa Rabu dan Kamis adalah hari yang paling menguntungkan untuk trading.
Preferensi kuat ini didasari oleh alasan logis. Menurut Kar Yong Ang selaku analis pasar keuangan Broker Octa, Rabu merupakan hari di mana Federal Reserve AS mengumumkan keputusan tingkat suku bunganya yang cenderung berdampak pada pasar keuangan global. Dengan alasan yang sama, Kamis dianggap sebagai hari trading yang menguntungkan karena mengikuti dinamika yang terjadi pada hari Rabu. Oleh karena itu, Kamis tampak lebih bisa diprediksi dibanding hari-hari lainnya dalam sepekan.
Tidak hanya hoki, tools berbasis data siap membantu
Namun, pertanyaan-pertanyaan lebih jauh menyingkapkan bahwa banyak responden yang terkadang mengandalkan perilaku yang terkait dengan keberuntungan. Misalnya, hanya 55 persen mengakui tidak mempunyai keyakinan, ritual, atau tradisi pembawa keberuntungan dalam sesi trading mereka. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa pengalaman praktik menjadikan trader berpengalaman lebih mengandalkan hal-hal yang telah membawa keberuntungan di masa lalu, tanpa memilih objek material apa pun untuk menaruh aspirasi mereka.
Ketika ditanya apakah mereka menganggap keberuntungan sebagai faktor penting dalam trading, 77 persen menjawab mereka lebih percaya pada strategi yang dipilih dan keterampilan yang dikembangkan dengan baik. Sebanyak 23 persen responden sisanya mengaitkan sebagian atau seluruh kesuksesan dalam trading dengan keberuntungan. Kemudian, 16 persen menyatakan bahwa keberuntungan, serta keterampilan sama pentingnya dan harus berjalan beriringan sebagai faktor penentu kesuksesan.
Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor subjektif masih berperan signifikan dalam transaksi harian trader modern, dan tidak dapat disebut sebagai sisa-sisa masa lalu atau takhayul yang sudah ketinggalan zaman.
Survei ini juga memberikan beberapa hasil yang patut dicatat mengenai hari-hari di mana para trader Indonesia melakukan kinerja tinggi dalam trading. Lebih dari 45 persen responden meyakini bahwa Rabu dan Kamis adalah hari yang paling menguntungkan untuk trading.
Preferensi kuat ini didasari oleh alasan logis. Menurut Kar Yong Ang selaku analis pasar keuangan Broker Octa, Rabu merupakan hari di mana Federal Reserve AS mengumumkan keputusan tingkat suku bunganya yang cenderung berdampak pada pasar keuangan global. Dengan alasan yang sama, Kamis dianggap sebagai hari trading yang menguntungkan karena mengikuti dinamika yang terjadi pada hari Rabu. Oleh karena itu, Kamis tampak lebih bisa diprediksi dibanding hari-hari lainnya dalam sepekan.
Tidak hanya hoki, tools berbasis data siap membantu
Lihat Juga :