alexametrics

Menkeu Akui Target Penerimaan Pajak Rp1.786 Triliun Sangat Sulit

loading...
Menkeu Akui Target Penerimaan Pajak Rp1.786 Triliun Sangat Sulit
Kemenkeu akan menggenjot kepatuhan pajak sedikitnya 85% untuk mencapai target penerimaan pajak Rp1.786 Triliun. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah menargetkan penerimaan pajak tahun ini mencapai Rp1.786 triliun. Hal ini sesuai Undang-Undang (UU) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019 yang telah ditetapkan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengakui, target penerimaan pajak sebesar Rp1.786 triliun tersebut akan sangat berat untuk dicapai. Kendati demikian, tegas dia, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan terus melakukan berbagai langkah agar penerimaan pajak bisa sesuai target.

"Kami menerima target pajak untuk tahun ini sesuai dengan UU APBN ini mencapai Rp1.786 triliun. Ini target yang berat. Namun kita akan melakukannya secara berhati-hati," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Minggu (3/3/2019).



Dia mengatakan, Kemenkeu akan terus melakukan edukasi dan meningkatkan pelayanan agar penerimanaan pajak bisa terlaksana sesuai target. "Untuk menerima pajak kita juga memberikan edukasi dan meningkatkan pelayanan baik. Insentif pajak di suatu sisi juga adalah merupakan alat berbagi masyarakat. Tugas ini secara hati-hati dan bertanggung jawab dan menjaga integritas jajaran dan sistemnya," katanya.

Selain itu, pihaknya akan terus memperbakia e-filling agar kepatuhan wajib pajak bisa sesuai target. Menkeu menargetkan kepatuhan pajak tahun ini mencapai 85%, meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 71%.

"Kami berharap tingkat kepatuhan pajak meningkat dan tidak ada kendala karena kemudahan terus kita perbaiki. Tahun ini (target kepatuhan) 85% dengan teknologi yang semakin mudah masyarakat tidak ada alasan untuk tidak memenuhi kepatuhan atas pajak," tandasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak