Bos Bank Sentral: Bank-bank Italia Harus Keluar dari Rusia

Senin, 27 Mei 2024 - 07:52 WIB
loading...
Bos Bank Sentral: Bank-bank...
Gubernur Bank Sentral Italia Fabio Panetta mengatakan, bank-bank Italia harus menghentikan bisnis mereka di Rusia. Foto/Ilustrasi
A A A
STRESA - Bank- bank Italia harus menghentikan bisnis mereka di Rusia karena, bertahan di sana menurut Gubernur Bank Sentral Italia Fabio Panetta, akan merusak reputrasi. Hal itu disampaikan oleh para pembuat kebijakan di Bank Sentral Italia, pada Sabtu, kemarin.

Baca Juga: Saat Sanksi Barat Percepat Dedolarisasi, Bank-bank Sentral Menumpuk Emas

Setelah Raiffeisen Bank International Austria, UniCredit adalah bank Eropa dengan eksposur terbesar ke Rusia, sementara Intesa Sanpaolo berusaha melepas bisnisnya di negara tersebut.

"Dari sana (Rusia) Anda harus keluar," kata Panetta kepada wartawan saat konferensi pers setelah berakhirnya pertemuan keuangan G7 di Stresa, Italia utara.

Baca Juga: Bank-bank Rusia Berpeluang Mengalahkan Rekor Pendapatan Rp558,3 Triliun di 2023

"Secara obyektif, ada kesulitan yang harus Anda hadapi saat keluar dari Rusia dan itu rumit. Anda harus menemukan pembeli yang mengetahui bahwa Anda dipaksa, itu bisa mahal, namun Anda harus keluar karena akan mempengaruhi reputasi," tambah Gubernur Bank Sentral Italia Fabio Panetta.

Sebagai informasi seperti dilansir Reuters, Cabang UniCredit Rusia bulan ini menghadapi penyitaan aset senilai 463 juta euro (atau setara USD502,12 juta) sehubungan dengan proyek gas yang dibatalkan di mana kelompok perbankan telah memberikan jaminan.

Sementara itu Intesa dan UniCredit, keduanya telah berulang kali mengatakan sanksi Barat telah menyusutkan jumlah pembeli potensial, sehingga semakin sulit untuk pergi. Intesa tahun lalu mendapatkan keputusan presiden yang diperlukan bagi bank asing untuk membuang bisnisnya di Rusia.

Namun, pemberi pinjaman terbesar Italia itu masih harus menyelesaikan proses keluarnya, sambil menunggu lampu hijau dari bank sentral Rusia dan otoritas Italia.

CEO UniCredit, Andrea Orcel selalu mengatakan, tujuan bank adalah untuk mengurangi eksposur ke Rusia sambil meminimalkan pukulan bagi pemberi pinjaman. Orcel menerangkan, hal itu tidak akan "benar secara moral ... menghapus dan menghadiahkan" unit di Rusia.

Baik pengawas perbankan Eropa dan otoritas AS yang bertugas menegakkan sanksi terus memantau dengan cermat aktivitas bank-bank Barat di Rusia dan progres dalam rencana mereka untuk keluar dari Moskow. Hal itu disampaikan oleh sumber yang dekat dengan masalah tersebut.

Selain lampu hijau yang diperlukan dari Presiden Rusia Vladimir Putin dan bank sentral Rusia, setiap transaksi harus dibersihkan oleh ECB.

Untuk menghindari risiko sanksi setelah kesepakatan, Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri Departemen Keuangan AS juga harus memberikan surat setelah diberitahu tentang identitas calon pembeli, kata sumber tersebut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Rekomendasi
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
290 Senjata Nuklir Prancis...
290 Senjata Nuklir Prancis Ingin Lindungi Eropa dari Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved