Potongan Gaji Buruh Buat Tapera Terlalu Berisiko, Jangan 'Digebyah Uyah'
Selasa, 28 Mei 2024 - 19:53 WIB
loading...
A
A
A
Soal kebijakan potongan gaji untuk Tapera itu, kata dia, pemerintah perlu menjelaskan lebih detil transparansinya. Ini juga mengingat orang tidak buta soal investasi perumahan. Kondisi global dan nasional juga harus dilihat, terutama nasional di Indonesia dan bagaimana skema yang ditawarkan.
"Kalau itu dianggap berisiko oleh sebagian orang atau mayoritas orang, maka perlu dikaji ulang. Artinya bukan berarti penghasilan berapa lalu dipress sedemikian rupa untuk investasi perumahan tapi kemudian hari per harinya penghidupannya bermasalah, itu kan sangat relatif juga biaya hidup yang lain. Sehingga itu betul-betul harus dihitung termasuk escape plannya bagaimana," bebernya.
Baca Juga: Inilah Jajaran Komisioner Tapera yang Akan Mengelola Dana Potongan 3% Gaji Karyawan Swasta
Dia mencontohkan, di negara lain misalnya di Britania Raya (Eropa), pada konteks orang punya rumah, orang tidak bisa serta merta membeli dan kemudian menyicil. Orang harus memiliki cadangan tabungan, tidak boleh mengganggu fasilitas umum, harus punya jalan khusus dan memiliki berbagai jaminan lain.
"Artinya dia memang orang yang tidak hanya bisa beli rumah, tetapi juga bertanggungjawab dengan rumahnya, artinya di Britania Raya dia bisa beli rumah tetapi tidak kesulitan untuk menghidupi dirinya yang kemudian jadi beban negara gitu ya. Kebanyakan skema di luar negeri adalah rumah sewa, orang menyewa terus bukan membeli," tandas Satria Aji yang lulusan S-2 Amerika itu.
"Kalau itu dianggap berisiko oleh sebagian orang atau mayoritas orang, maka perlu dikaji ulang. Artinya bukan berarti penghasilan berapa lalu dipress sedemikian rupa untuk investasi perumahan tapi kemudian hari per harinya penghidupannya bermasalah, itu kan sangat relatif juga biaya hidup yang lain. Sehingga itu betul-betul harus dihitung termasuk escape plannya bagaimana," bebernya.
Baca Juga: Inilah Jajaran Komisioner Tapera yang Akan Mengelola Dana Potongan 3% Gaji Karyawan Swasta
Dia mencontohkan, di negara lain misalnya di Britania Raya (Eropa), pada konteks orang punya rumah, orang tidak bisa serta merta membeli dan kemudian menyicil. Orang harus memiliki cadangan tabungan, tidak boleh mengganggu fasilitas umum, harus punya jalan khusus dan memiliki berbagai jaminan lain.
"Artinya dia memang orang yang tidak hanya bisa beli rumah, tetapi juga bertanggungjawab dengan rumahnya, artinya di Britania Raya dia bisa beli rumah tetapi tidak kesulitan untuk menghidupi dirinya yang kemudian jadi beban negara gitu ya. Kebanyakan skema di luar negeri adalah rumah sewa, orang menyewa terus bukan membeli," tandas Satria Aji yang lulusan S-2 Amerika itu.
(nng)
Lihat Juga :