Ada 2.173 Perusahaan Barat Mundur dari Rencana Tinggalkan Rusia
Rabu, 29 Mei 2024 - 11:54 WIB
loading...
A
A
A
Sejumlah perusahaan Barat berjanji untuk meninggalkan pasar Rusia tak lama setelah Moskow melancarkan operasi militernya terhadap Ukraina pada Februari 2022. Produsen mobil Volkswagen dan Renault, perusahaan multinasional minyak dan gas Shell dan British Petroleum, peritel makanan cepat saji McDonald's, dan raksasa furnitur Swedia IKEA termasuk di antara mereka yang berhasil keluar dari Rusia.
Perusahaan-perusahaan Barat yang kabru dari Rusia pada minggu-minggu awal pecahnya konflik di Ukraina, melihat adanya "keharusan moral" untuk melakukannya. Hal itu disampaikan oleh seorang eksekutif yang bekerja dengan perusahaan-perusahaan Barat di Rusia kepada FT. Namun Ia menambahkan, sejak itu ada "perubahan sentimen yang nyata,".
"Gelombang saat ini lebih tentang, 'Apakah Anda benar-benar harus pergi? Apakah Anda ingin pergi?' Beberapa dari perusahaan ini telah membangun empat, lima pabrik selama 30 tahun. Mereka tidak akan menjualnya dengan diskon 90%," mengutip ucapan eksekutif tersebut.
Seperti diketahui penjualan aset kepada pembeli Rusia oleh perusahaan-perusahaan Barat memerlukan persetujuan oleh komisi pemerintah yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Anton Siluanov. Kementerian Keuangan Rusia memberlakukan diskon wajib 50% untuk penjualan aset milik perusahaan dari negara-negara "tidak ramah", dan "pajak keluar" minimum 15%, seperti dilaporkan media Rusia sebelumnya.
Kinerja ekonomi Rusia yang kuat juga merupakan faktor dalam keputusan perusahaan asing untuk tetap tinggal, dengan produk domestik bruto (PDB) negara itu tumbuh sebesar 5,4% secara year to year (YoY) pada kuartal pertama tahun 2024, menurut data awal yang dirilis oleh layanan statistik nasional, Rosstat.
Perusahaan-perusahaan Barat yang kabru dari Rusia pada minggu-minggu awal pecahnya konflik di Ukraina, melihat adanya "keharusan moral" untuk melakukannya. Hal itu disampaikan oleh seorang eksekutif yang bekerja dengan perusahaan-perusahaan Barat di Rusia kepada FT. Namun Ia menambahkan, sejak itu ada "perubahan sentimen yang nyata,".
"Gelombang saat ini lebih tentang, 'Apakah Anda benar-benar harus pergi? Apakah Anda ingin pergi?' Beberapa dari perusahaan ini telah membangun empat, lima pabrik selama 30 tahun. Mereka tidak akan menjualnya dengan diskon 90%," mengutip ucapan eksekutif tersebut.
Seperti diketahui penjualan aset kepada pembeli Rusia oleh perusahaan-perusahaan Barat memerlukan persetujuan oleh komisi pemerintah yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Anton Siluanov. Kementerian Keuangan Rusia memberlakukan diskon wajib 50% untuk penjualan aset milik perusahaan dari negara-negara "tidak ramah", dan "pajak keluar" minimum 15%, seperti dilaporkan media Rusia sebelumnya.
Kinerja ekonomi Rusia yang kuat juga merupakan faktor dalam keputusan perusahaan asing untuk tetap tinggal, dengan produk domestik bruto (PDB) negara itu tumbuh sebesar 5,4% secara year to year (YoY) pada kuartal pertama tahun 2024, menurut data awal yang dirilis oleh layanan statistik nasional, Rosstat.
Lihat Juga :