alexametrics

Gelar RUPST, GMFI Bagikan Dividen USD6 Juta

loading...
Gelar RUPST, GMFI Bagikan Dividen USD6 Juta
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) membagikan dividen sebesar USD6,10 juta atau 20% dari laba bersih perusahaan yang disetujui dalam RUPST. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) membagikan dividen sebesar USD6,10 juta atau 20% dari laba bersih perusahaan sebagai komitmen kepada pemegang saham. Hal ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini

GMF membukukan pendapatan operasional senilai USD470 Juta selama tahun 2018, atau mengalami kenaikan sebesar 7% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD439,3 Juta dan mengantongi keuntungan bersih sebesar USD30,5 Juta. Direktur Utama GMFI, Iwan Joeniarto mengatakan pembagian dividen ini merupakan pemenuhan hak yang diberikan GMF kepada pemegang saham.

“Kami ingin membuktikan bahwa GMF merupakan tempat yang menjanjikan untuk berinvestasi. Upaya demi upaya terus kami jalankan untuk membawa keuntungan bagi perusahaan yang nantinya pasti dikembalikan kepada pemegang saham,” ujar Iwan di Jakarta, Senin (11/3/2019)



Adapun pendapatan usaha yang datang dari luar grup meningkat 32% Year on Year (YoY) berkat kepercayaan dari berbagai pelanggan baru yang membawa nilai bisnis besar bagi perusahaan. Tidak hanya itu, di tahun 2018 GMF juga telah menandatangani kerjasama strategis dengan Air France Industries/KLM Engineering & Maintenance (AFI/KLM E&M) dan membekali diri dengan beberapa penambahan kapabilitas dan kapasitas diantaranya ; perawatan line maintenance Boeing 787 dan Airbus A350.

Penambahan kapabilitas juga terjadi di sektor bisnis Engine Maintenance yaitu Overhaul Engine CFM56 – 5B dan LPT-6 replacement engine tipe GE 90. Dari sisi kapasitas, GMF melakukan penambahan 2 line kapasitas hangar narrow body terbesar di dunia milik GMF menjadi maksimal 15 pesawat yang dapat dirawat secara paralel. GMF juga meresmikan landing gear shop sebagai fasilitas baru untuk mengembangkan sektor bisnis komponen.

RUPST GMF memutuskan enam agenda rapat yaitu Persetujuan Laporan Tahunan 2018, Penggunaan Laba Bersih 2018, Penetapan Tantiem 2018 dan Remunerasi 2019 bagi direksi dan dewan komisaris, Penunjukan Kantor Akuntan Publik tahun buku 2019.

Selanjutnya Pelimpahan Kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk melaksanakan peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan dalam rangka pelaksanaan Program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP) dan Laporan penggunaan dana Initial Public Offering (IPO).

Pemegang saham yang hadir juga menyetujui pemberian kuasa dan pelimpahan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Akuntan Publik Independen dari Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2019, dan untuk melaksanakan peningkatan modal disetor dan ditempatkan dalam rangka pelaksanaan program MESOP.

Pada mata acara ke-6, GMF melaporkan penggunaan dana IPO yang didapatkan pada Oktober 2017 silam. Dalam pelaksanaan IPO, GMF meraih dana sebesar 1,1 Trilyun Rupiah dengan komposisi penggunaan 60% untuk investasi, 25% untuk modal kerja dan 15% untuk refinancing.

Iwan Joeniarto menjelaskan bahwa saat ini keseluruhan dana yang dialokasikan untuk refinancing dan modal kerja sudah digunakan. “Sementara untuk investasi dari hasil IPO sampai akhir tahun 2018 sudah terealisasi sebesar 85%, sisanya akan kami maksimalkan di 2019,“ kata Iwan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak