Inovasi Ala Insight IM Berbuah Bintang 5 TOP CSR Awards 2024
Sabtu, 01 Juni 2024 - 16:17 WIB
loading...
A
A
A
“Sebagaimana slogan Insight IM, transforming investments into social impact, kami selalu mengedepankan prinsip socially responsible investing dalam pengelolaan investasi setiap produk reksa dana,” jelas Ria.
Lebih lanjut, Ria menjelaskan, bahwa sejak pendiriannya, Insight IM telah menjalankan berbagai Program CSR unggulan di beberapa bidang, di antaranya energi terbarukan, ekosistem pertanian dan kelautan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, kesehatan, hingga sosial kemasyarakatan dan keagamaan.
Baca Juga: Berkontribusi Sosial Lewat Reksadana Insight Renewable Energy Fund
Beberapa contoh program CSR unggulan Insight IM, di antaranya adalah Prowomen for Renewable Energy. Program ini berupa dukungan pemanfaatan energi terbarukan bagi kelompok masyarakat petani kopi khususnya petani kopi perempuan di Lombok Tengah, NTB.
Lalu adapula program pencegahan stunting dan gizi balita yang diimplementasikan dalam program Gerakan Keluarga Cegah Stunting (Raga Genting) dan Gerakan Masyarakat Cegah Stunting (GEGATI) di tiga wilayah dampingan.
Kemudian program unggulan lain yang rutin tiap tahunnya dilaksanakan oleh Insight IM adalah pemberangkatan umrah bagi masyarakat yang belum mampu, namun memiliki kontribusi positif bagi lingkungannya. Hingga saat ini, tercatat jemaah umrah yang telah diberangkatkan oleh Insight IM mencapai lebih dari 800 jemaah.
“Bagi kami, reksa dana tidak hanya menghubungkan para pemodal dengan perusahaan yang membutuhkan modal, namun juga dapat menjadi penghubung antara masyarakat yang memiliki modal kepada masyarakat dan lingkungan sekitar yang membutuhkan,” ujar Ria.
“Berdasarkan survei kewilayahan di Desa Tanjung Boleng, Nusa Tenggara Timur, diketahui bahwa nelayan di desa ini memiliki penghasilan yang rendah bukan karena rendahnya jumlah ikan tangkapan, melainkan mereka tidak bisa menyimpan jumlah tangkapan ikan segar untuk dijual ke Labuan Bajo. Alhasil, penjualan pun terbatas, dan membatasi penghasilan mereka,” jelas Ria.
Lebih lanjut, Ria menjelaskan, bahwa sejak pendiriannya, Insight IM telah menjalankan berbagai Program CSR unggulan di beberapa bidang, di antaranya energi terbarukan, ekosistem pertanian dan kelautan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, kesehatan, hingga sosial kemasyarakatan dan keagamaan.
Baca Juga: Berkontribusi Sosial Lewat Reksadana Insight Renewable Energy Fund
Beberapa contoh program CSR unggulan Insight IM, di antaranya adalah Prowomen for Renewable Energy. Program ini berupa dukungan pemanfaatan energi terbarukan bagi kelompok masyarakat petani kopi khususnya petani kopi perempuan di Lombok Tengah, NTB.
Lalu adapula program pencegahan stunting dan gizi balita yang diimplementasikan dalam program Gerakan Keluarga Cegah Stunting (Raga Genting) dan Gerakan Masyarakat Cegah Stunting (GEGATI) di tiga wilayah dampingan.
Kemudian program unggulan lain yang rutin tiap tahunnya dilaksanakan oleh Insight IM adalah pemberangkatan umrah bagi masyarakat yang belum mampu, namun memiliki kontribusi positif bagi lingkungannya. Hingga saat ini, tercatat jemaah umrah yang telah diberangkatkan oleh Insight IM mencapai lebih dari 800 jemaah.
“Bagi kami, reksa dana tidak hanya menghubungkan para pemodal dengan perusahaan yang membutuhkan modal, namun juga dapat menjadi penghubung antara masyarakat yang memiliki modal kepada masyarakat dan lingkungan sekitar yang membutuhkan,” ujar Ria.
Inovasi CSR Ala Insight IM
Selain program unggulan di atas, Insight IM saat ini juga tengah menjalankan beberapa program CSR terbaru salah satunya Desa Energi Insight. Bekerja sama dengan Yayasan Insan Bumi Mandiri dan Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM), Program yang dijalankan untuk mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia ini, memberikan solusi berupa bantuan Solar-powered Mini Cold Storage yang akan membantu nelayan untuk menyimpan hasil tangkapan ikan dengan optimal serta sebagai alat pembuatan es balok.“Berdasarkan survei kewilayahan di Desa Tanjung Boleng, Nusa Tenggara Timur, diketahui bahwa nelayan di desa ini memiliki penghasilan yang rendah bukan karena rendahnya jumlah ikan tangkapan, melainkan mereka tidak bisa menyimpan jumlah tangkapan ikan segar untuk dijual ke Labuan Bajo. Alhasil, penjualan pun terbatas, dan membatasi penghasilan mereka,” jelas Ria.
Lihat Juga :