IMF Waswas Soal Keamanan Energi Eropa Diterpa Perang Rusia-Ukraina Berkepanjangan
Minggu, 02 Juni 2024 - 10:28 WIB
loading...
A
A
A
Mengurangi ketergantungan energi pada Moskow dengan mendiversifikasi pasokan mungkin telah membuat benua itu lebih siap menghadapi guncangan pasokan energi di masa depan, kata makalah tersebut. Uni Eropa telah meningkatkan pembelian bahan bakar dari Amerika Serikat atau AS dan Afrika, seiring upaya untuk terus meningkatkan produksi energinya sendiri.
Namun, meskipun ada peningkatan sumber pasokan energi dan beberapa pengurangan konsumsi, harga energi di Eropa tetap lebih tinggi daripada yang seharusnya dalam skenario tanpa konflik seperti dilansir RT.
Konflik berkepanjangan "dapat terus-menerus meningkatkan harga energi di Eropa, yang akan melemahkan keamanan energi dengan meningkatkan pengeluaran energi dalam PDB dan dengan demikian membuat kegiatan ekonomi lebih sensitif terhadap gangguan energi," bunyi dokumen itu.
Pada 2022, Eropa mengalami krisis energi terburuk sejak 1970-an, dipicu oleh sanksi Barat terhadap Rusia. Harga listrik melonjak dari 45 euro menjadi 598 euro per megawatt jam pada bulan Agustus tahun itu. Uni Eropa menghapus penggunaan batu bara Rusia dan memberlakukan embargo minyak lintas laut dari negara itu, mengurangi impor hingga 90%.
Sementara itu, pangsa Rusia dalam impor gas UE turun dari 41% pada 2021 menjadi 15% pada 2023. Uni Eropa telah menetapkan, kebijakan untuk menghapus semua impor bahan bakar fosil Rusia yang tersisa pada tahun 2030.
Namun, meskipun ada peningkatan sumber pasokan energi dan beberapa pengurangan konsumsi, harga energi di Eropa tetap lebih tinggi daripada yang seharusnya dalam skenario tanpa konflik seperti dilansir RT.
Konflik berkepanjangan "dapat terus-menerus meningkatkan harga energi di Eropa, yang akan melemahkan keamanan energi dengan meningkatkan pengeluaran energi dalam PDB dan dengan demikian membuat kegiatan ekonomi lebih sensitif terhadap gangguan energi," bunyi dokumen itu.
Pada 2022, Eropa mengalami krisis energi terburuk sejak 1970-an, dipicu oleh sanksi Barat terhadap Rusia. Harga listrik melonjak dari 45 euro menjadi 598 euro per megawatt jam pada bulan Agustus tahun itu. Uni Eropa menghapus penggunaan batu bara Rusia dan memberlakukan embargo minyak lintas laut dari negara itu, mengurangi impor hingga 90%.
Sementara itu, pangsa Rusia dalam impor gas UE turun dari 41% pada 2021 menjadi 15% pada 2023. Uni Eropa telah menetapkan, kebijakan untuk menghapus semua impor bahan bakar fosil Rusia yang tersisa pada tahun 2030.
Lihat Juga :