China Biarkan Negara Afrika Ini Kendalikan 2 Proyek Jalur Sutra Modern
Senin, 03 Juni 2024 - 21:37 WIB
loading...
A
A
A
Ethiopia-Djibouti Standard Gauge Railway, juga dikenal sebagai Addis Ababa-Djibouti Railway, dibangun oleh konsorsium gabungan China Railway Engineering Corporation (CREC) dan China Civil Engineering and Construction Corporation (CCECC) dengan biaya USD4,5 miliar. Dimana ada sekitar USD2,5 miliar dibiayai oleh China Eximbank.
Jalur kereta api - kereta api transnasional listrik pertama di Afrika Timur - dimulai di Addis Ababa, ibukota Ethiopia yang terkurung daratan, dan membentang ke Pelabuhan Doraleh di negara tetangga Djibouti, yang berlokasi strategis di titik di mana Laut Merah bertemu dengan Samudra Hindia.
China sendiri telah banyak berinvestasi dalam industri maritim Djibouti, dan mendirikan pangkalan militer luar negeri pertamanya di sana pada tahun 2017.
Direktur eksekutif Kereta Api Ethio-Djibouti, Abdi Zenabi memuji proyek tersebut pada serah terima 10 Mei, lalu. "Kereta api lebih dari sekadar rel dan lokomotif. Ini adalah simbol kerja sama, persahabatan dan aspirasi bersama," katanya.
Dia mencatat, bahwa kereta api telah membuka pasar baru, menarik investasi dan menciptakan peluang kerja. "Transportasi barang yang efisien - baik produk pertanian, barang manufaktur atau mineral - telah merevitalisasi ekonomi kita," kata Zenabi.
Jalur kereta api - kereta api transnasional listrik pertama di Afrika Timur - dimulai di Addis Ababa, ibukota Ethiopia yang terkurung daratan, dan membentang ke Pelabuhan Doraleh di negara tetangga Djibouti, yang berlokasi strategis di titik di mana Laut Merah bertemu dengan Samudra Hindia.
China sendiri telah banyak berinvestasi dalam industri maritim Djibouti, dan mendirikan pangkalan militer luar negeri pertamanya di sana pada tahun 2017.
Direktur eksekutif Kereta Api Ethio-Djibouti, Abdi Zenabi memuji proyek tersebut pada serah terima 10 Mei, lalu. "Kereta api lebih dari sekadar rel dan lokomotif. Ini adalah simbol kerja sama, persahabatan dan aspirasi bersama," katanya.
Dia mencatat, bahwa kereta api telah membuka pasar baru, menarik investasi dan menciptakan peluang kerja. "Transportasi barang yang efisien - baik produk pertanian, barang manufaktur atau mineral - telah merevitalisasi ekonomi kita," kata Zenabi.
(akr)
Lihat Juga :