Santrichain, Berawal dari Pesantren hingga Merambah Pasar Internasional

Kamis, 06 Juni 2024 - 06:15 WIB
loading...
Santrichain, Berawal...
Sebuah sistem rantai pasok yang diciptakan alumni pesantren untuk sistem ekonomi pesantren bernama Santrichain kini mulai merambah dunia internasional. Bermula dari Pesantren menuju pasar internasional.
A A A
JAKARTA - Sebuah sistem rantai pasok yang diciptakan alumni pesantren untuk sistem ekonomi pesantren bernama Santrichain kini mulai merambah dunia internasional. Bermula dari Pesantren menuju pasar internasional.

Baca Juga: Bantu Pesantren Kembangkan Bisnis lewat Program Santrichain Business Class

CEO Santrichain, Ahmad Luthfi mengungkapkan, saat ini aplikasi yang dibangunnya sejak 2023 lalu mulai merambah Arab Saudi. “Kami menyiapkan lima resto khas masakan nusantara. Semuanya akan fokus bagaimana melayani tamu Allah di tanah suci. Di samping itu, tentunya harapan kami ini tidak hanya menjadi langkah bisnis, tetapi juga sebagai langkah diplomasi kebudayaan antar kedua negara,” kata CEO PT Digdaya Pesantren Indonesia (Santrichain), Ahmad Luthfi.

Dalam ekspansinya ini, santrichain juga menggandeng mitra yang merupakan pengusaha masakan sunda dan pengusaha bakso. Resto yang dibuka tersebut menyajikan beragam masakan khas nusantara.

“Tentunya andalan kami ada Sate Tegal, Sop Kambing, dan Bakso yang memang menjadi simbol cita rasa nusantara,” tambah CEO PT Digdaya Pesantren Indonesia (Santrichain), Ahmad Luthfi.

Baca Juga: Bos BI Ungkap 3 Syarat Kembangkan Ekonomi Pesantren

Pemilihan lokasi yang sangat strategis juga menjadi nilai tambah tersendiri bagi keberlangsungan bisnis ini. “Masing-masing resto tersebar di beberapa tempat di Jarwal dan Syisyah. Tepatnya di Tayeb Hotel dan Burj Suro Man Roaa Hotel bernama “Dapur Sunda JMP” sementara yang lain di Zaer Jarwal Hotel, Alzaer Garwal Hotel, dan Ather Premium Feeling Hotel dengan nama “Kedai Nusantara”,” pungkas Luthfi.

Melalui ekspansi bisnis yang terus-menerus, Santrichain kini menancapkan simbol kedigdayaan pesantren dengan merambah ke pasar internasional. “Langkah ini bukan hanya sekadar perluasan geografis, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa Santrichain tidak hanya menjadi penggerak di dalam negeri, tetapi juga di dunia internasional. Dalam hal ini, Santrichain tidak hanya menciptakan dampak positif bagi pesantren lokal, tetapi juga menjadi teladan bagi inovasi dan keberlanjutan di skala global,” terang Luthfi.

Luthfi menjelaskan saat ini sudah ada 1.000 pesantren yang menjadi mitra strategis dan 400 pesantren yang mendapatkan dampak langsung dari Santrichain.

“Pertengahan tahun ini ada 1.000 pesantren-preneur yang menjadi mitra strategis Santrichain. Lebih dari 400 pondok pesantren yang akan menerima dampak langsung dari hadirnya Santrichain berupa peningkatan kualitas SDM, terjaminnya rantai pasok kebutuhan pesantren, serta jejaring yang solid di dalamnya. Dari semuanya ini tujuannya adalah untuk mengharmonisasikan ekosistem pesantren,” kata Kuthfi.

Santrichain terus berkomitmen untuk memberikan dampak positif serta menjadi pionir bagi pertumbuhan dan perkembangan ekosistem pondok pesantren. Perlahan namun pasti, Santrichain mulai berevolusi dari sebuah sekoci menjadi sebuah Superyacht yang gesit.

Melalui dedikasi dan komitmen yang tak kenal lelah, Santrichain terus mengukir jejak sebagai pionir dalam pertumbuhan dan perkembangan ekosistem pondok pesantren melalui terobosan-terobosan terbarunya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
Mendorong Kewirausahaan...
Mendorong Kewirausahaan Berbasis AI dan Transisi Energi Berkelanjutan di Indonesia
MDI Portfolio Impact...
MDI Portfolio Impact Report 2025 Tunjukkan Dampak Lintas Sektor dari Startup
Indonesia Kalah Jauh,...
Indonesia Kalah Jauh, Menko Airlangga: Hanya Punya 25 Startup AI, Singapura Hampir 300
Inovasi Buatan Anak...
Inovasi Buatan Anak Bangsa Unjuk Gigi di Tengah Ancaman Siber Sektor Keuangan
Membidik Pasar 1,4 Miliar...
Membidik Pasar 1,4 Miliar India di Ajang Startup Terbesar TNGSS 2025
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Rekomendasi
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Begini Cara kerja AirTag...
Begini Cara kerja AirTag dan SmartTag, Pelacak Bluetooth Murah untuk Android dan iPhone
Janji Tesla 10 Tahun...
Janji Tesla 10 Tahun Lalu Diwujudkan Xiaomi: Robot Charger EV Otomatis
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved