Tak Hanya Kerek Produksi Minyak di 2023, Capaian TKDN Pertamina Juga Lewati Target
Jum'at, 07 Juni 2024 - 20:42 WIB
loading...
Secara nasional produksi migas (minyak dan gas) nasional memang menurun, namun untuk wilayah kerja dimana Pertamina menjadi operator justru mengalami peningkatan produksi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Secara nasional produksi migas (minyak dan gas) nasional memang menurun, namun untuk wilayah kerja dimana Pertamina menjadi operator justru mengalami peningkatan produksi. Demikian bahasan yang mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII DPR, PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), dan SKK Migas, di Jakarta, Kamis (6/6).
“Betul. Wilayah Kerja Hulu Migas yang dioperasikan Pertamina, produksi minyak pada 2022, 337 ribu barel per hari, menjadi 339 ribu barel per hari pada 2023. Blok dimana kita menjadi operator, memang produksinya naik,” kata Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Wiko Migantoro.
Baca Juga: Produksi Minyak Pertamina Pada 2023 Meningkat 10 Persen
Sebelumnya Anggota Komisi VII Ramson Siagian menanyakan, bahwa meski secara domestik dari 2022 ke 2023, terjadi penurunan lifting, namun penurunan terjadi pada blok yang tidak dikelola Pertamina. Pada 2023 misalnya, menurut Ramson, terjadi penurunan 415 ribu BPH atau menurun dari produksi pada 2022 sebesar 417 ribu BPH.
“Berarti ada penurunan dua ribu barel per hari. Tapi rupanya operatornya ada yang bukan Pertamina?” kata Ramson.
Baca Juga: PHE Catatkan Pertumbuhan Produksi 8% dalam 10 Tahun Terakhir
“Betul. Wilayah Kerja Hulu Migas yang dioperasikan Pertamina, produksi minyak pada 2022, 337 ribu barel per hari, menjadi 339 ribu barel per hari pada 2023. Blok dimana kita menjadi operator, memang produksinya naik,” kata Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Wiko Migantoro.
Baca Juga: Produksi Minyak Pertamina Pada 2023 Meningkat 10 Persen
Sebelumnya Anggota Komisi VII Ramson Siagian menanyakan, bahwa meski secara domestik dari 2022 ke 2023, terjadi penurunan lifting, namun penurunan terjadi pada blok yang tidak dikelola Pertamina. Pada 2023 misalnya, menurut Ramson, terjadi penurunan 415 ribu BPH atau menurun dari produksi pada 2022 sebesar 417 ribu BPH.
“Berarti ada penurunan dua ribu barel per hari. Tapi rupanya operatornya ada yang bukan Pertamina?” kata Ramson.
Baca Juga: PHE Catatkan Pertumbuhan Produksi 8% dalam 10 Tahun Terakhir
Lihat Juga :