Pelaku Industri Dalam Negeri Keluhkan Relaksasi Impor Kemendag
Sabtu, 08 Juni 2024 - 10:42 WIB
loading...
A
A
A
"Dari situ sebenarnya para menteri termasuk Mendag sudah paham kondisi IKM garmen banyak yang tutup dan merumahkan karyawan gara-gara impor. Waktu itu pak Mendag sangat antusias mendukung industri dalam negeri, loh kok tiba-tiba Pak Menteri mengeluarkan Permendag No 8/2024, impor dibuka seluas-luasnya, saya heran," tuturnya. Baca juga: Ijtima Ulama Komisi Fatwa Serukan Penggunaan Produk Dalam Negeri
Menurut Nandi, ketika Permendag No 8/2024 diberlakukan, dampaknya langsung instan ke IKM garmen. Para penjual online atau reseller yang selama ini bekerjasama dengan IKM garmen langsung menyetop kerjasamanya, dan mengalihkan pesanannya ke impor.
Dia pun berharap pemerintah konsisten melindungi industri dalam negeri. "Kalau Permendag No 8/2024 tidak bisa diubah, maka siap-siap angka pengangguran di Indonesia akan semakin banyak. Dengan kebijakan tersebut, saya yakin IKM garmen akan mati," sesalnya.
Nandi menyebut kondisi saat ini sangat memprihatinkan. Sebanyak 20% IKM sudah tutup. ”Seandainya Permendag No 8/2024 tidak bisa diubah, saya prediksi 70% IKM garmen akan tutup. IKM garmen babak belur," tuturnya.
Menurut Nandi, ketika Permendag No 8/2024 diberlakukan, dampaknya langsung instan ke IKM garmen. Para penjual online atau reseller yang selama ini bekerjasama dengan IKM garmen langsung menyetop kerjasamanya, dan mengalihkan pesanannya ke impor.
Dia pun berharap pemerintah konsisten melindungi industri dalam negeri. "Kalau Permendag No 8/2024 tidak bisa diubah, maka siap-siap angka pengangguran di Indonesia akan semakin banyak. Dengan kebijakan tersebut, saya yakin IKM garmen akan mati," sesalnya.
Nandi menyebut kondisi saat ini sangat memprihatinkan. Sebanyak 20% IKM sudah tutup. ”Seandainya Permendag No 8/2024 tidak bisa diubah, saya prediksi 70% IKM garmen akan tutup. IKM garmen babak belur," tuturnya.
(poe)
Lihat Juga :