PLN Siap Dukung Keandalan Listrik Ibu Kota Baru
Kamis, 20 Agustus 2020 - 23:20 WIB
loading...
A
A
A
PLN juga kini tengah membangun jaringan transmisi 150 kV New Samarinda-Sambera dengan 67 tower yang terbentang sepanjang 40 kms.
Percepat Pembangunan Transmisi di Sulbar
Selain di Kalimantan, PLN juga terus mengejar pembangunan dua jaringan transmisi bertegangan 150 kV di Sulawesi Barat (Sulbar), yaitu jaringan transmisi 150 kV Mamuju-Topoyo dan Topoyo- Pasangkayu. Percepatan pembangunan ini dilakukan sebagai upaya mempersiapkan Sulbar dan Sulteng sebagai provinsi penyangga bagi ibu kota baru Indonesia yang akan datang.
“Sisi barat Pulau Sulawesi dan Kalimantan Timur hanya dipisahkan oleh Selat Makassar. Ke depannya, tentu Sulbar dan Sulteng akan menjadi penyangga bagi ibu kota baru yang berada di Kalimantan Bagian Timur. Industri, bisnis dan pusat pemerintahan yang akan hadir di sana tentu membutuhkan pasokan listrik yang memadai, oleh karena itu kami tengah siapkan dari sekarang,” jelas General Manager PLN UIP Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), I Putu Riasa.
Kedua jaringan transmisi yang memiliki lintasan sepanjang 181 Km ini juga dibangun dalam rangka meningkatkan keandalan dan pasokan listrik bagi Kota Palu dan sisi barat Sulteng pasca dilanda bencana gempa, tsunami dan likuifaksi 2018 silam. Tak hanya itu, beberapa tapak tower pada sistem kelistrikan Sulteng yang ada saat ini, jaringan transmisi Poso-Sidera, berada dalam kondisi rawan terkena abrasi sungai.
Percepat Pembangunan Transmisi di Sulbar
Selain di Kalimantan, PLN juga terus mengejar pembangunan dua jaringan transmisi bertegangan 150 kV di Sulawesi Barat (Sulbar), yaitu jaringan transmisi 150 kV Mamuju-Topoyo dan Topoyo- Pasangkayu. Percepatan pembangunan ini dilakukan sebagai upaya mempersiapkan Sulbar dan Sulteng sebagai provinsi penyangga bagi ibu kota baru Indonesia yang akan datang.
“Sisi barat Pulau Sulawesi dan Kalimantan Timur hanya dipisahkan oleh Selat Makassar. Ke depannya, tentu Sulbar dan Sulteng akan menjadi penyangga bagi ibu kota baru yang berada di Kalimantan Bagian Timur. Industri, bisnis dan pusat pemerintahan yang akan hadir di sana tentu membutuhkan pasokan listrik yang memadai, oleh karena itu kami tengah siapkan dari sekarang,” jelas General Manager PLN UIP Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), I Putu Riasa.
Kedua jaringan transmisi yang memiliki lintasan sepanjang 181 Km ini juga dibangun dalam rangka meningkatkan keandalan dan pasokan listrik bagi Kota Palu dan sisi barat Sulteng pasca dilanda bencana gempa, tsunami dan likuifaksi 2018 silam. Tak hanya itu, beberapa tapak tower pada sistem kelistrikan Sulteng yang ada saat ini, jaringan transmisi Poso-Sidera, berada dalam kondisi rawan terkena abrasi sungai.
Lihat Juga :