alexametrics

Ekonom: Utang Makin Tinggi, Pertumbuhan Ekonomi Masih Rendah

loading...
Ekonom: Utang Makin Tinggi, Pertumbuhan Ekonomi Masih Rendah
Utang pemerintah yang terus naik dikritisi karena tidak diiringi dengan bertumbuhnya perekonomian nasional. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Keuangan (kemenkeu) mencatat, jumlah utang pemerintah hingga akhir Maret 2019 sebesar Rp4.567,31 triliun. Jumlah ini naik Rp1,05 triliun dibandingkan bulan sebelumnya.

Ekonom Bhima Yudisthira menilai kondisi naiknya utang tersebut saat ini tidak ideal karena tidak diiringi dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi.

"Naiknya utang belum seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Ada gap yang makin lebar, idealnya pertumbuhan utang sebagai leverage beriringan dengan pertumbuhan ekonomi karena tujuan utang adalah untuk stimulus," ujar Bhima saat dihubungi SINDONews di Jakarta, Selasa (23/4/2019).



Di bagian lain, pemerintah kerap menegaskan bahwa rasio utang Indonesia masih aman dan masih di bawah 60%. Menanggapi hal itu, Bhima berharap pemerintah tidak begitu saja membiarkan hal itu. "Ya jangan terlenalah walaupun masih aman karena rasio (utang) di bawah 60%," tegasnya.

Sementara itu, pemerintah menegaskan komitmen untuk terus mengelola keuangan negara dengan berhati-hati, terukur dan transparan. Dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kredibel, pemerintah meyakini Indonesia mampu mempertahankan momentum pertumbuhan, termasuk dalam mengantisipasi kondisi perekonomian global yang masih diliputi perlambatan dan ketidakpastian.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak