Tak Hiraukan Sanksi Barat, Impor Gas Eropa dari Rusia Lampaui AS

Selasa, 18 Juni 2024 - 08:25 WIB
loading...
Tak Hiraukan Sanksi...
Impor gas Eropa dari Rusia pertama kalinya mengambil alih pasokan dari AS di tengah sanksi Barat. FOTO/TASS
A A A
JAKARTA - Impor gas Eropa dari Rusia mengambil alih pasokan dari Amerika Serikat (AS) pada Mei untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun, Financial Times melaporkan, mengutip data dari konsultan ICIS.

Bulan lalu, pengiriman gas alam cair (LNG) dari AS dilaporkan menyumbang 14% dari seluruh pasokan ke wilayah tersebut, menandai level terendah sejak Agustus 2022. Sementara itu, gas pipa Rusia bersama dengan pasokan LNG mencapai 15% dari total pasokan ke Eropa, yang didefinisikan sebagai Uni Eropa, Inggris, Swiss, Serbia, Bosnia dan Herzegovina dan Makedonia Utara.

Baca Juga: Daftar Negara Sekutu Rusia dengan Militer Terkuat, 3 di Antaranya Bersenjata Nuklir

Menurut surat kabar tersebut, pasokan bulan Mei dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk gangguan operasi di fasilitas ekspor LNG utama AS serta peningkatan aliran gas Rusia melalui pipa gas TurkStream menjelang pemeliharaan terencana yang dilakukan pada 5-12 Juni. Sementara itu, FT mencatat, permintaan gas di wilayah tersebut masih relatif lemah, sementara tingkat penyimpanan mendekati rekor tertinggi untuk tahun ini.

Meskipun terjadi penurunan tajam dalam pengiriman gas Rusia ke wilayah tersebut karena sanksi terkait Ukraina dan sabotase jaringan pipa Nord Stream, sejumlah negara Eropa tetap bergantung gas Rusia.

Transit melalui Ukraina dan TurkStream cabang Eropa saat ini merupakan satu-satunya saluran yang beroperasi untuk menyalurkan gas Rusia ke Eropa tengah dan selatan. Kiev sebelumnya mengatakan bahwa mereka tidak akan memperpanjang perjanjian transit saat ini dengan perusahaan energi raksasa Rusia Gazprom yang akan berakhir pada akhir 2024.

Bulan lalu, Rusia Vedomosti melaporkan, mengutip data yang dilacak oleh Jaringan Operator Sistem Transportasi Gas Eropa (ENTSOG), bahwa pasokan gas Rusia ke wilayah tersebut melalui TurkStream telah melonjak hampir 40% menjadi 5,11 miliar meter kubik dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Baca Juga: Dedolarisasi Makin Dekat, Rusia Bangun Platform Calon Pengganti Dolar

Pada Mei, Dewan Eropa menyetujui peraturan untuk gas terbarukan, gas alam dan hidrogen yang akan memungkinkan negara-negara anggota Uni Eropa untuk menangguhkan pasokan gas dari Rusia dan Belarusia mulai 2026. Peraturan ini juga akan memberi Komisi Eropa opsi untuk mengecualikan sementara pasokan gas alam atau pasokan LNG dari kedua negara untuk jangka waktu hingga satu tahun.

Mengutip Russian Today, awal bulan ini, kepala perusahaan minyak besar Rusia, Rosneft, Igor Sechin, mengatakan negara-negara anggota Uni Eropa menghabiskan lebih dari USD630 miliar untuk impor gas non-Rusia selama tiga tahun terakhir hingga 2023. Angka ini sama dengan total pengeluaran gas Uni Eropa selama delapan tahun sebelumnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Rekomendasi
Usai Dikawal Rieke Diah...
Usai Dikawal Rieke Diah Pitaloka, Kasus Nikita Mirzani Kini Dipantau Komisi Yudisial
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Berita Terkini
Tarif Listrik Juli-September...
Tarif Listrik Juli-September Tak Naik, Cek Harga per kWh Semua Golongan
Di Motion Trade, Anargya...
Di Motion Trade, Anargya Asset Management Bikin Challenge dengan Total Reward Rp25 Juta
Pupuk Kaltim Perkuat...
Pupuk Kaltim Perkuat Komitmen Bangun Ekonomi Inklusif
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Transformasi Digital...
Transformasi Digital Kepabeanan, 1.600 Pengguna Jasa Ikuti Sosialisasi Dokap Online Bea Cukai Priok
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.640 Pagi Ini
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved