Mengupas Ekonomi Rusia Berorientasi Perang, Bikin Beberapa Kaum Miskin Makin Raya

Selasa, 18 Juni 2024 - 15:14 WIB
loading...
A A A
Beberapa wilayah termiskin di Rusia mendapat manfaat dari redistribusi kekayaan. "Perang telah menawarkan banyak orang mobilitas sosial ke atas yang tidak tersedia dalam dekade sebelumnya, reintegrasi Rusia ke dalam ekonomi global," tulis para peneliti CEPR, merujuk pada jatuhnya Uni Soviet.

Gaji Lebih Tinggi

Rumah tangga di wilayah yang perekrutan militernya naik telah mencatat simpanan yang lebih tinggi sejak perang dimulai, menurut laporan terpisah oleh Bank Finlandia yang diterbitkan pada Januari. Penelitian menunjukkan simpanan bank tumbuh sekitar 30% dari Agustus 2022 hingga Agustus 2023 di daerah miskin, saat lebih banyak pria bergabung dalam perang — melampaui pertumbuhan 20% di wilayah lain.

Seorang ekonom mengatakan kepada Radio Free Europe pada hari Selasa, bahwa peningkatan kekayaan dapat menyulitkan Kremlin untuk mengurangi perang di Ukraina, karena itu juga berarti perlambatan produksi terkait militer.

Tentara dari daerah miskin yang saat ini berjuang di garis depan, kemungkinan harus berjuang dengan pendapatan yang kecil jika mereka kembali ke rumah, seperti disampaikan Davis Center for Russian and Eurasian Studies, Andrei Yakovlev di Harvard University kepada media.

Gaji yang lebih tinggi disertai dengan risiko yang besar juga. Kementerian Pertahanan Inggris memperkirakan pada Mei bahwa setengah juta tentara Rusia kemungkinan telah tewas atau terluka sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.

Perang disebut juga berkontribusi pada krisis tenaga kerja di Rusia – mendorong militer untuk membayar lebih dari industri minyak dan gas yang menguntungkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Rekomendasi
Ruben Onsu Bongkar Bukti...
Ruben Onsu Bongkar Bukti Transfer Rp11,3 Miliar untuk Rumah Sarwendah
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima PN Jaktim, Roy Suryo: Harusnya Berlaku Juga Buat Kasus Saya
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved