KKP Kerja Sama dengan KBI Manfaatkan Resi Gudang Komoditas Ikan
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 15:06 WIB
loading...
Dari kiri ke kanan, Agung Rihayanto, Direktur PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Sudharta Utama, Kepala Bappebti, dan Syarif Syahrial, Direktur Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan Dan Perikanan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) menjalin kerja sama dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) terkait pemanfaatan sistem resi gudang (SRG) komoditas ikan.
Kerja sama keduanya dilakukan melalui penandatanganan oleh Direktur KBI Agung Rihayanto dengan Direktur LPMUKP Syarif Syahrial, dan disaksikan oleh Kepala Badan Pengawas Pedagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Sudharta Utama, di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: Pak Edhy Prabowo, Diajak Teten Tuh Bikin Koperasi Perikanan
Pada kerja sama ini KBI akan menyediakan aplikasi teknologi IS-WARE (Information System Warehouse Reciept) dalam penanganan resi gudang ikan. Aplikasi IS-WARE merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh KBI, terkait sistem informasi resi gudang dan derivatif resi gudang.
Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi mengungkapkan, kerja sama kali ini menyasar para nelayan yang selama ini secara ekonomi perlu ditingkatkan. Kerja sama ini juga merupakan perwujudan peran KBI sebagai badan usaha milik negara (BUMN), yang memiliki kewajiban untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
"Kita lihat harga ikan yang tidak stabil, itu semua akan mempengaruhi kesejahteraan nelayan. Dan dengan pemanfaatan resi gudang untuk komoditas ikan ini, kedepan harga ikan akan terjaga, dan lebih dari itu Resi Gudang Ikan ini akan meningkatkan nilai komoditas dari ikan tersebut," jelas Fajar melalui siaran pers yang diterima SINDOnews di Jakarta, Jumat (21/8/2020).
Baca Juga: Nelayan Jangan Takut Ikan Tak Terserap, Ada Pasar Laut dan Sistem Resi Gudang Ikan
Kerja sama keduanya dilakukan melalui penandatanganan oleh Direktur KBI Agung Rihayanto dengan Direktur LPMUKP Syarif Syahrial, dan disaksikan oleh Kepala Badan Pengawas Pedagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Sudharta Utama, di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: Pak Edhy Prabowo, Diajak Teten Tuh Bikin Koperasi Perikanan
Pada kerja sama ini KBI akan menyediakan aplikasi teknologi IS-WARE (Information System Warehouse Reciept) dalam penanganan resi gudang ikan. Aplikasi IS-WARE merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh KBI, terkait sistem informasi resi gudang dan derivatif resi gudang.
Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi mengungkapkan, kerja sama kali ini menyasar para nelayan yang selama ini secara ekonomi perlu ditingkatkan. Kerja sama ini juga merupakan perwujudan peran KBI sebagai badan usaha milik negara (BUMN), yang memiliki kewajiban untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
"Kita lihat harga ikan yang tidak stabil, itu semua akan mempengaruhi kesejahteraan nelayan. Dan dengan pemanfaatan resi gudang untuk komoditas ikan ini, kedepan harga ikan akan terjaga, dan lebih dari itu Resi Gudang Ikan ini akan meningkatkan nilai komoditas dari ikan tersebut," jelas Fajar melalui siaran pers yang diterima SINDOnews di Jakarta, Jumat (21/8/2020).
Baca Juga: Nelayan Jangan Takut Ikan Tak Terserap, Ada Pasar Laut dan Sistem Resi Gudang Ikan
Lihat Juga :