Akar Masalah Industri Tekstil PHK Massal: Banjir Pakaian Impor, Ekspor Dijegal

Rabu, 19 Juni 2024 - 08:09 WIB
loading...
Akar Masalah Industri...
Lesunya industri tekstil Indonesia berdampak pada PHK massal ribuan pekerja. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Lesunya industri tekstil Indonesia berdampak pada pemutusan hubungan kerja ( PHK ) massal belasan ribu karyawan hingga pertengahan tahun 2024 ini. Gulung tikarnya industri tekstil ditengarai akibat kebijakan pelonggaran impor pakaian sehingga menggempur pasar domestik dengan tingkat penjualan yang massif dan harga yang bersaing.

Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), David Leonardi mengungkapkan selain gempuran produk impor, para pengusaha tekstil mengalami situasi terhimpit karena pasar ekspor tekstil produksi dalam negeri, juga mengalami kebuntuan. Ia menyebutkan kondisi inflasi di banyak negara menyebabkan permintaan ekspor menurun hingga berimbas pada kurangnya cash flow perusahaan.

"Untuk pasar ekspor, saat ini banyak negara yang masih dalam kondisi inflasi sehingga daya beli masyarakat tujuan ekspor menurun," jelas David dalam keterangannya, Rabu (19/6/2024).

Baca Juga: Industri Tekstil PHK Massal, Hak Pesangon Karyawan Masih Belum Jelas

Lebih lanjut, David mengatakan di saat yang bersamaan, negara tujuan ekspor produk tekstil Indonesia terhalang dengan kebijakan perlindungan pasar. Bentuk-bentuk perlindungan pasar yang bersifat non-tarif tersebut, lanjut David, beragam di setiap negara tujuan ekspor tersebut.

"Selain itu, negara tujuan ekspor Indonesia menerapkan perlindungan pasar berupa non-tariff barriers seperti sertifikasi produk di India dan sertifikasi lingkungan di Uni Eropa," terang David.

Perihal tantangan di pasar domestik, David menjelaskan pemerintah Indonesia kurang melindungi dengan melonggarkan regulasi pada masuknya barang impor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Rekomendasi
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
Berita Terkini
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
Infografis
Negara-negara Ini Melakukan...
Negara-negara Ini Melakukan PHK Massal PNS, Indonesia Menyusul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved