Perang Dagang Eropa-China Memanas, Mobil Listrik Dibalas Babi
Rabu, 19 Juni 2024 - 12:37 WIB
loading...
A
A
A
Mengutip Global Times, seorang sumber dari industri daging babi bermarga Ma mengatakan bahwa UE perlu menyesuaikan diri dengan cepat untuk menghindari pukulan yang tidak dapat dipulihkan pada industri peternakan daging babi Eropa. "Jika produk sampingan babi sulit diekspor ke China, produsen Eropa akan kesulitan menemukan pasar baru yang cukup besar untuk menampung produk tersebut, yang akan berdampak tertentu pada harga babi UE, yang selanjutnya memengaruhi sektor pertanian Eropa. Setelah terdampak, akan sulit untuk pulih," paparnya.
Hal itu ditanggapi dengan penuh kekhawatiran oleh industri daging babi Eropa. Interporc, asosiasi ekspor daging babi Spanyol, menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan otoritas China, dengan mencatat bahwa UE dan China memiliki banyak waktu untuk mencapai kesepakatan. "Sektor daging babi mengadvokasi kesepahaman perdagangan antara UE dan China," kata Interporc dalam siaran pers.
Hal senada dikatakan asosiasi eksportir daging babi Prancis, Inaporc. "Kami sebagian besar baru dalam tahap mencari tahu pertanyaan apa yang akan diajukan dan bagaimana kami harus menanggapinya," kata Anne Richard, direktur Inaporc, seperti dikutip oleh Politico.
Baca Juga: Xi Jinping Temui Macron, Redam Gelagat Perang Dagang China dengan Uni Eropa
Ksenija Simovic, penasihat kebijakan senior untuk perdagangan di Copa-Cogeca, kelompok tani terbesar di Eropa, juga tak menyembunyikan kekhawatirannya. "Ini tentu saja tidak dapat diterima oleh kami. Komisi Eropa (EC) harus memastikan bahwa sekali lagi, sektor kami bukan pihak yang menanggung tagihan untuk perselisihan yang menyangkut sektor lain," tegasnya.
EC mengatakan bahwa tarif sementara untuk impor kendaraan listrik China akan berlaku pada tanggal 4 Juli. Terkait dengan itu, melansir Reuters, Senin (17/6) malam, Ulrik Bremholm, ketua asosiasi perdagangan Danske Slagterier, sebuah unit dari kelompok pelobi Dewan Pertanian dan Pangan Denmark, mendesak semua pihak untuk mempertimbangkan implikasi terhadap pekerjaan, keamanan pangan, dan produksi serta menemukan solusi sebelum tanggal 4 Juli.
"Mulai tahun 2023, ekspor daging babi dan produk sampingan babi tertentu dari UE ke China telah meningkat secara signifikan, yang membuatnya perlu untuk menyelidiki faktor harga mereka sesuai dengan aturan WTO," kata Cui Hongjian, seorang profesor di Akademi Tata Kelola Regional dan Global dengan Universitas Studi Luar Negeri Beijing, kepada Global Times.
Hal itu ditanggapi dengan penuh kekhawatiran oleh industri daging babi Eropa. Interporc, asosiasi ekspor daging babi Spanyol, menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan otoritas China, dengan mencatat bahwa UE dan China memiliki banyak waktu untuk mencapai kesepakatan. "Sektor daging babi mengadvokasi kesepahaman perdagangan antara UE dan China," kata Interporc dalam siaran pers.
Hal senada dikatakan asosiasi eksportir daging babi Prancis, Inaporc. "Kami sebagian besar baru dalam tahap mencari tahu pertanyaan apa yang akan diajukan dan bagaimana kami harus menanggapinya," kata Anne Richard, direktur Inaporc, seperti dikutip oleh Politico.
Baca Juga: Xi Jinping Temui Macron, Redam Gelagat Perang Dagang China dengan Uni Eropa
Ksenija Simovic, penasihat kebijakan senior untuk perdagangan di Copa-Cogeca, kelompok tani terbesar di Eropa, juga tak menyembunyikan kekhawatirannya. "Ini tentu saja tidak dapat diterima oleh kami. Komisi Eropa (EC) harus memastikan bahwa sekali lagi, sektor kami bukan pihak yang menanggung tagihan untuk perselisihan yang menyangkut sektor lain," tegasnya.
EC mengatakan bahwa tarif sementara untuk impor kendaraan listrik China akan berlaku pada tanggal 4 Juli. Terkait dengan itu, melansir Reuters, Senin (17/6) malam, Ulrik Bremholm, ketua asosiasi perdagangan Danske Slagterier, sebuah unit dari kelompok pelobi Dewan Pertanian dan Pangan Denmark, mendesak semua pihak untuk mempertimbangkan implikasi terhadap pekerjaan, keamanan pangan, dan produksi serta menemukan solusi sebelum tanggal 4 Juli.
"Mulai tahun 2023, ekspor daging babi dan produk sampingan babi tertentu dari UE ke China telah meningkat secara signifikan, yang membuatnya perlu untuk menyelidiki faktor harga mereka sesuai dengan aturan WTO," kata Cui Hongjian, seorang profesor di Akademi Tata Kelola Regional dan Global dengan Universitas Studi Luar Negeri Beijing, kepada Global Times.
Lihat Juga :