Demi Relokasi Pabrik Investor Asing ke Batang, BKPM: Lahan Disiapkan
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 18:15 WIB
loading...
BKPM pembukaan lahan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang di Jawa Tengah telah mencapai 25 hektare. Bila ada investor berkomitmen terhadap suatu lahan, maka pembangunan lahan tersebut diprioritaskan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang di Jawa Tengah terus digenjot demi memenuhi minat investor-investor yang akan membuka pabriknya di lokasi tersebut. Adapun, Tim Satuan Tugas Relokasi Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (Satgas BKPM) sudah membawa satu calon investor asal Korea Selatan yang siap menanamkan modalnya di Indonesia.
(Baca Juga: Tanah Gratis Selama 10 Tahun Jadi Karpet Merah Bagi Investor )
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Ikmal Lukman menyatakan, bahwa konsorsium pengelola KIT Batang yang terdiri atas PT Perkebunan Nasional IX (Persero) (PTPN IX), PT Pembangunan Perumahan (Persero) (PP), PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) (KIW) dan perusahaan daerah, selalu berkoordinasi dengan BKPM terkait kemajuan persiapan lahan.
“Satu bulan sejak dikunjungi Presiden pada akhir Juni 2020, pembukaan lahan telah mencapai 25 hektare. Bila ada investor berkomitmen terhadap suatu lahan, maka pembangunan lahan tersebut dapat diprioritaskan,” ujar Ikmal di Jakarta, Jumat (21/8/2020).
Kebutuhan infrastruktur pendukung di dalam maupun di luar KIT Batang dikejar untuk segera diselesaikan. Menurut Ikmal, Pemerintah Kabupaten Batang dan konsorsium KIT Batang benar-benar bergerak cepat dan agresif mempercepat pembangunan tersebut. Salah satu yang dikebut yaitu pembangunan jalan penghubung dari jalur keluar (exit toll) ke KIT Batang dan jalan utama kawasan yang dimulai bulan Agustus 2020.
(Baca Juga: Tampung Relokasi Pabrik dari Investor Asing, Promo Gencar Kawasan Industri Batang )
“Dengan dukungan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pemkab Batang dan konsorsium, jalur keluar (exit toll) sementara di kilometer 372 telah dibuat, sambil menunggu pembangunan jalur keluar permanen simpang susun pada bulan September 2020,” imbuh Ikmal.
(Baca Juga: Tanah Gratis Selama 10 Tahun Jadi Karpet Merah Bagi Investor )
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Ikmal Lukman menyatakan, bahwa konsorsium pengelola KIT Batang yang terdiri atas PT Perkebunan Nasional IX (Persero) (PTPN IX), PT Pembangunan Perumahan (Persero) (PP), PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) (KIW) dan perusahaan daerah, selalu berkoordinasi dengan BKPM terkait kemajuan persiapan lahan.
“Satu bulan sejak dikunjungi Presiden pada akhir Juni 2020, pembukaan lahan telah mencapai 25 hektare. Bila ada investor berkomitmen terhadap suatu lahan, maka pembangunan lahan tersebut dapat diprioritaskan,” ujar Ikmal di Jakarta, Jumat (21/8/2020).
Kebutuhan infrastruktur pendukung di dalam maupun di luar KIT Batang dikejar untuk segera diselesaikan. Menurut Ikmal, Pemerintah Kabupaten Batang dan konsorsium KIT Batang benar-benar bergerak cepat dan agresif mempercepat pembangunan tersebut. Salah satu yang dikebut yaitu pembangunan jalan penghubung dari jalur keluar (exit toll) ke KIT Batang dan jalan utama kawasan yang dimulai bulan Agustus 2020.
(Baca Juga: Tampung Relokasi Pabrik dari Investor Asing, Promo Gencar Kawasan Industri Batang )
“Dengan dukungan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pemkab Batang dan konsorsium, jalur keluar (exit toll) sementara di kilometer 372 telah dibuat, sambil menunggu pembangunan jalur keluar permanen simpang susun pada bulan September 2020,” imbuh Ikmal.
Lihat Juga :