PHE ONWJ Ajak Guru di Kepulauan Seribu Susun Modul Kemaritiman
Sabtu, 22 Juni 2024 - 13:13 WIB
loading...
Sejumlah perwakilan guru dan kepala sekolah mengikuti workshop Pendidikan Kemaritiman di Kepulauan Seribu. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java ( PHE ONWJ ) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan menggelar workshop Pendidikan Kemaritiman bagi puluhan tenaga pendidik di Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu.
Tenaga pendidik berasal dari 60 perwakilan guru dan kepala sekolah yang berasal dari lima SD di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Tujuannya, untuk membekali mereka dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang terkait dengan bidang kemaritiman. Diharapkan, workshop ini menghasilkan modul kemaritiman sebagai bahan ajar para tenaga pendidik di sekolah asal masing-masing.
Sr. Manager Relations Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina, Agus Suprijanto menuturkan, perusahaan hadir di tengah masyarakat sekitar wilayah operasi, khususnya dalam menginplementasikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
"Kami menggunakan acuan empat pilar dalam menyusun program, yakni pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. Kegiatan workshop hari ini adalah bagian dari empat pilar tersebut," katanya, dikutip Sabtu (23/6/2024).
Baca Juga: Mitra Binaan PHE ONWJ Raih Kalpataru 2024 dari Kementerian LHK
Menurut dia Pertamina tidak bisa melangkah sendiri dalam menjalankan operasi. Keberadaan masyarakat di wilayah operasi yang mandiri dan berdaya menjadi indikator keberhasilan perusahaan.
"Dalam menyusun rencana program, kami libatkan para pemangku kepentingan mencakup pemerintah kabupaten dan dinas terkait sehingga program yang dijalankan adalah jawaban dari kebutuhan masyarakat," sambung Agus.
Tenaga pendidik berasal dari 60 perwakilan guru dan kepala sekolah yang berasal dari lima SD di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Tujuannya, untuk membekali mereka dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang terkait dengan bidang kemaritiman. Diharapkan, workshop ini menghasilkan modul kemaritiman sebagai bahan ajar para tenaga pendidik di sekolah asal masing-masing.
Sr. Manager Relations Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina, Agus Suprijanto menuturkan, perusahaan hadir di tengah masyarakat sekitar wilayah operasi, khususnya dalam menginplementasikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
"Kami menggunakan acuan empat pilar dalam menyusun program, yakni pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. Kegiatan workshop hari ini adalah bagian dari empat pilar tersebut," katanya, dikutip Sabtu (23/6/2024).
Baca Juga: Mitra Binaan PHE ONWJ Raih Kalpataru 2024 dari Kementerian LHK
Menurut dia Pertamina tidak bisa melangkah sendiri dalam menjalankan operasi. Keberadaan masyarakat di wilayah operasi yang mandiri dan berdaya menjadi indikator keberhasilan perusahaan.
"Dalam menyusun rencana program, kami libatkan para pemangku kepentingan mencakup pemerintah kabupaten dan dinas terkait sehingga program yang dijalankan adalah jawaban dari kebutuhan masyarakat," sambung Agus.
Lihat Juga :