3 Efek Jika Korea Utara Gabung BRICS, Ancaman Serius Bagi Dominasi Barat?
Senin, 24 Juni 2024 - 18:39 WIB
loading...
A
A
A
Gabungnya Korut dilihat sebagai respons potensial terhadap jatuhnya dolar, inisiatif semacam itu secara fundamental dapat mengubah sistem keuangan global. Ditambah serta berpotensi meningkatkan otonomi keuangan negara-negara BRICS.
Bagi Korea Utara, yang sering dipandang sebagai negara terasing secara internasional, daya tarik BRICS adalah kesempatan untuk memperkuat aliansi ekonominya dan mungkin cara menghindari sanksi keras yang dihadapinya. Bergabung dengan blok tersebut dapat memberikan akses ke sistem pembayaran alternatif.
Termasuk negara ini bisa mendapatkan akses ke mata uang digital yang dikembangkan oleh bank sentral, sehingga mengurangi ketergantungan pada jaringan SWIFT yang dikendalikan oleh kekuatan Barat.
Strategi dedolarisasi ini konsisten dengan tujuan Pyongyang untuk mencapai otonomi dan legitimasi yang lebih besar di panggung dunia. Dalam sebuat media di Korut mempublikasikan artikel yang menerangkan, bahwa perluasan BRICS adalah hasil tidak terhindarkan dari ketidakadilan dalam tatanan ekonomi internasional yang terjadi saat ini.
Artikel ini ditulis oleh Jong Il Hyon, seorang analis urusan internasional dari DPRK. "Sudah diketahui bahwa sistem moneter internasional berdasarkan dolar telah menjadi dua pilar yang mendukung dominasi AS atas dunia, bersama dengan sarana militer," ujar Jong.
Analis Korea Utara tersebut juga menjelaskan bahwa selama hampir satu abad, dimulai dari dolar emas pada 1940-an, kemudian dolar minyak pada 1970-an, dan sekarang utang dolar, AS telah menggunakan setiap cara dan metode untuk mempertahankan dominasi dolar AS sebagai mata uang utama.
Bagi Korea Utara, yang sering dipandang sebagai negara terasing secara internasional, daya tarik BRICS adalah kesempatan untuk memperkuat aliansi ekonominya dan mungkin cara menghindari sanksi keras yang dihadapinya. Bergabung dengan blok tersebut dapat memberikan akses ke sistem pembayaran alternatif.
Termasuk negara ini bisa mendapatkan akses ke mata uang digital yang dikembangkan oleh bank sentral, sehingga mengurangi ketergantungan pada jaringan SWIFT yang dikendalikan oleh kekuatan Barat.
2. Dedolarisasi Makin Menggema
Strategi dedolarisasi ini konsisten dengan tujuan Pyongyang untuk mencapai otonomi dan legitimasi yang lebih besar di panggung dunia. Dalam sebuat media di Korut mempublikasikan artikel yang menerangkan, bahwa perluasan BRICS adalah hasil tidak terhindarkan dari ketidakadilan dalam tatanan ekonomi internasional yang terjadi saat ini.
Artikel ini ditulis oleh Jong Il Hyon, seorang analis urusan internasional dari DPRK. "Sudah diketahui bahwa sistem moneter internasional berdasarkan dolar telah menjadi dua pilar yang mendukung dominasi AS atas dunia, bersama dengan sarana militer," ujar Jong.
Analis Korea Utara tersebut juga menjelaskan bahwa selama hampir satu abad, dimulai dari dolar emas pada 1940-an, kemudian dolar minyak pada 1970-an, dan sekarang utang dolar, AS telah menggunakan setiap cara dan metode untuk mempertahankan dominasi dolar AS sebagai mata uang utama.
Lihat Juga :