China Tak Terbendung, Diprediksi Kuasai 33% Pasar Mobil Global di 2030

Jum'at, 28 Juni 2024 - 14:26 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Perang Dagang Eropa-China Memanas, Mobil Listrik Dibalas Babi

Di Eropa, tempat produsen mobilChina tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir, pangsa pasar merek otomotif Tiongkok diperkirakan akan berlipat ganda dari 6% menjadi 12% pada tahun 2030, menurut AlixPartners. Produsen mobil China berekspansi karena mereka memiliki keunggulan biaya, strategi produksi lokal yang akan memungkinkan strategi membangun di tempat Anda menjual di pasar non-China, dan kendaraan berteknologi tinggi yang memenuhi preferensi konsumen yang terus berkembang untuk desain dan kesegaran.

"Produsen mobil yang berharap untuk terus beroperasi dengan prinsip-prinsip bisnis seperti biasa akan mengalami lebih dari sekadar kejutan yang tidak menyenangkan - mereka menuju keusangan," kata Andrew Bergbaum, salah satu pemimpin global praktik otomotif dan industri di AlixPartners.

Produsen mobil listrik China menciptakan produk baru dalam waktu setengah dari waktu yang dibutuhkan produsen mobil lama - 40 bulan vs 20 bulan - terutama dengan merancang dan menguji agar memenuhi standar secara memadai dibandingkan dengan rekayasa berlebihan. Mobil-mobil itujuga memiliki keunggulan biaya "buatan China" hingga sebesar 35%. Wakefield mengatakan agar produsen mobil tradisional dapat bersaing dengan produsen mobil China, mereka perlu memikirkan kembali proses pengembangan bisnis dan kecepatan pengembangan kendaraan mereka.

Meski menyangkal tudingan melakukan proteksi, Uni Eropa berencana mengenakan tarif tambahan antara 17,4% dan 38,1% di luar bea masuk UE yang sudah ada sebesar 10% bagi mobil listrik asal China mulai 4 Juli mendatang. Hal ini membuat tingkat biaya keseluruhan yang dikenakan atas impor mobil listrik China mendekati 50%. Tindakan ini memicu ketegangan hubungan dagang antara China dan UE.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Rekomendasi
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Berita Terkini
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved