Mengenal Wanita Terkaya Rusia, Miliarder Teknologi Berharta Rp132,1 Triliun
Jum'at, 28 Juni 2024 - 16:37 WIB
loading...
A
A
A
Perwakilan Wildberries mengatakan, bahwa uang itu tidak terlibat dalam merintis Wildberries. Pada tahun 2023, Wildberries meraup pendapatan USD6 miliar dengan volume barang dagangan kotor hingga USD27,8 miliar.
Wildberries menampung lebih dari 60.000 brand, serta menjual berbagai produk termasuk di antaranya pakaian, elektronik, dan peralatan rumah tangga, menurut Indeks Miliarder Bloomberg.
The Moscow Times melaporkan, bahwa Wildberries meluncur di Eropa pertama kali pada tahun 2021, hingga kemudian berekspansi ke Jerman, Italia, Spanyol, dan Prancis.
Tidak seperti miliarder lain yang tinggal di rumah-rumah mewah yang luas, Bakalchuk memilik menyewa alih-alih memiliki rumah. Sementara kabar terbaru dari Bakalchuk, bakal terlibat dalam pembangunan platform pembayaran alternatif untuk membantu meningkatkan ekonomi Rusia di tengah sanksi internasional.
Sebagai informasi Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication, atau yang dikenal sebagai SWIFT, melarang tujuh bank Rusia pada 2022 menyusul invasi Rusia ke Ukraina.
Dalam pernyataan bersama yang mengutuk invasi, anggota Komisi Eropa menulis bahwa larangan itu akan "memastikan bahwa bank-bank ini terputus dari sistem keuangan internasional untuk membatasi kemampuan beroperasi mereka secara global."
Terkait hal itu, Bakalchuk dilaorkan akan bekerja dengan operator periklanan Russ Group untuk mengembangkan platform perdagangan digital baru sebagai alternatif untuk SWIFT. Proyek ini akan diawasi oleh Maxim Oreshkin, mantan menteri pembangunan ekonomi Rusia, yang dipilih sendiri untuk tugas itu oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.
Efeknya nilai produk yang dijual di Wildberries naik 50% menjadi 2,5 triliun rubel atau USD28 miliar pada tahun lalu, dengan rasio penjualan barang-barang domestik yang terus meningkat. Dalam komentar yang dikirim melalui email, Wildberries memuji popularitas belanja online serta pengembangan platformnya, termasuk perluasan infrastruktur dan diskon.
Moskow memperkenalkan undang-undang yang mengizinkan produk untuk diimpor ke Rusia tanpa persetujuan pemegang merek dagang, memungkinkan Wildberries dan Ozon untuk menjual hampir semua produk yang mereka bisa sebelum perang.
"Saya sering tidak tahu apakah sebuah merek telah meninggalkan Rusia atau tidak," kata Elena (35 tahun), seorang desainer interior yang berbasis di wilayah Moskow yang meminta agar nama belakangnya tidak digunakan untuk melindungi identitasnya.
"Jika saya butuh sesuatu, saya cukup mencarinya di Wildberries dan membelinya."
Ia masih dapat menemukan item Ikea di Wildberries, meskipun perusahaan tersebut sudah pergi dari Rusia dan menutup pabriknya pada tahun 2022. Bahkan ungkap Elena, neneknya yang berusia 79 tahun masih menggunakan layanan ini (Wildberries).
Wildberries menampung lebih dari 60.000 brand, serta menjual berbagai produk termasuk di antaranya pakaian, elektronik, dan peralatan rumah tangga, menurut Indeks Miliarder Bloomberg.
The Moscow Times melaporkan, bahwa Wildberries meluncur di Eropa pertama kali pada tahun 2021, hingga kemudian berekspansi ke Jerman, Italia, Spanyol, dan Prancis.
Miliarder Tanpa Rumah
Terlepas dari status miliardernya, Bakalchuk tetap low profile dan ternyata tidak memiliki rumah. Dalam sebuah wawancara tahun 2018 dengan AFP, Bakalchuk menggambarkan dirinya sebagai seorang "introvert."Tidak seperti miliarder lain yang tinggal di rumah-rumah mewah yang luas, Bakalchuk memilik menyewa alih-alih memiliki rumah. Sementara kabar terbaru dari Bakalchuk, bakal terlibat dalam pembangunan platform pembayaran alternatif untuk membantu meningkatkan ekonomi Rusia di tengah sanksi internasional.
Sebagai informasi Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication, atau yang dikenal sebagai SWIFT, melarang tujuh bank Rusia pada 2022 menyusul invasi Rusia ke Ukraina.
Dalam pernyataan bersama yang mengutuk invasi, anggota Komisi Eropa menulis bahwa larangan itu akan "memastikan bahwa bank-bank ini terputus dari sistem keuangan internasional untuk membatasi kemampuan beroperasi mereka secara global."
Terkait hal itu, Bakalchuk dilaorkan akan bekerja dengan operator periklanan Russ Group untuk mengembangkan platform perdagangan digital baru sebagai alternatif untuk SWIFT. Proyek ini akan diawasi oleh Maxim Oreshkin, mantan menteri pembangunan ekonomi Rusia, yang dipilih sendiri untuk tugas itu oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.
Makin Tajir Usai Perang Rusia-Ukraina Pecah
Kekayaan Bakalchuk terus tumbuh setelah invasi Ukraina, membengkak sekitar 40% menjadi USD8,1 miliar atau setara Rp132,1 triliun (Kurs Rp16.317 per USD), menurut Bloomberg Billionaires Index, karena stimulus fiskal mendorong belanja konsumen.Efeknya nilai produk yang dijual di Wildberries naik 50% menjadi 2,5 triliun rubel atau USD28 miliar pada tahun lalu, dengan rasio penjualan barang-barang domestik yang terus meningkat. Dalam komentar yang dikirim melalui email, Wildberries memuji popularitas belanja online serta pengembangan platformnya, termasuk perluasan infrastruktur dan diskon.
Eksodus Barat
Eksodus peritel barat seperti Ikea, H&M dan Levi's juga ikut membantu. Sementara produsen Rusia masuk, Wildberries dan saingannya Ozon juga membantu pembeli mengakses brand AS dan Eropa yang telah resmi pergi.Moskow memperkenalkan undang-undang yang mengizinkan produk untuk diimpor ke Rusia tanpa persetujuan pemegang merek dagang, memungkinkan Wildberries dan Ozon untuk menjual hampir semua produk yang mereka bisa sebelum perang.
"Saya sering tidak tahu apakah sebuah merek telah meninggalkan Rusia atau tidak," kata Elena (35 tahun), seorang desainer interior yang berbasis di wilayah Moskow yang meminta agar nama belakangnya tidak digunakan untuk melindungi identitasnya.
"Jika saya butuh sesuatu, saya cukup mencarinya di Wildberries dan membelinya."
Ia masih dapat menemukan item Ikea di Wildberries, meskipun perusahaan tersebut sudah pergi dari Rusia dan menutup pabriknya pada tahun 2022. Bahkan ungkap Elena, neneknya yang berusia 79 tahun masih menggunakan layanan ini (Wildberries).
Lihat Juga :