Mengenal Wanita Terkaya Rusia, Miliarder Teknologi Berharta Rp132,1 Triliun

Jum'at, 28 Juni 2024 - 16:37 WIB
loading...
A A A
Perang Rusia-Ukraina juga berkontribusi membantu meningkatkan belanja konsumen. Pengeluaran anggaran tahunan pemerintah Rusia, termasuk militer dan sosial, naik sepertiga tahun lalu dibandingkan dengan 2021.

Sementara mobilisasi, pelarian banyak orang Rusia ke luar negeri dan penurunan pekerja asing telah menciptakan kekurangan tenaga kerja besar-besaran. Kondisi ini memacu pertumbuhan upah pada kecepatan yang terakhir terlihat sebelum krisis keuangan 2008.

Ekonom di T-Investments, Sofya Donets mengutarakan, ada peningkatan kapasitas konsumen untuk berbelanja. "Ini membawa seluruh kelompok orang ke dalam kategori kekayaan dan konsumsi yang lebih tinggi," ungkap Sofya.

Belanja online terus memperluas ekspansi era Covid, tumbuh 45% tahun lalu menjadi 8,3 triliun rubel, menurut penelitian INFOLine. Menguasai lebih dari setengah pasar, Wildberries dan Ozon telah menjadi pemenangnya.

"Wildberries adalah salah satu pelopor e-commerce Rusia," kata Marat Ibragimov, seorang analis di Gazprombank, menambahkan bahwa kekuatannya adalah dalam menawarkan persyaratan yang baik untuk pemasok dan menawarkan beragam macam produk dengan harga murah bagi pelanggan.

Bakalchuk memulai perusahaan pada tahun 2004 sebagai tempat bagi orang-orang dengan anggaran terbatas dengan sedikit waktu untuk berbelanja. Dia memesan pakaian dalam jumlah besar dari katalog pesanan pos Jerman, memindai gambar-gambar itu, dan mempostingnya di situs webnya. Dia mengirimkan produk sendiri daripada menggunakan layanan pos, yang tidak dapat diandalkan.

Sanksi Barat

Tidak seperti miliarder lain yang mengumpulkan pundi-pundi harta kekayaannya saat kacaunya privatisasi di awal 2000-an di bawah Putin, Bakalchuk tidak pernah mengadakan pertemuan empat mata dengan presiden Rusia.

Namun Ia dikenai sanksi oleh Ukraina sebelum invasi Kremlin 2022, karena Wildberries menjual berbagai produk bertema nasionalis Rusia, seperti seragam militer dan kaos yang memuji Putin. Hal itu memaksanya untuk menghentikan bisnis di Ukraina.

Proyek Bakalchuk dengan Russ Group bertujuan untuk memperluas jangkauannya ke negara-negara tetangga yang ramah Rusia dan negara-negara yang disebut Global South, termasuk China dan India, menurut pernyataan dari Wildberries. Hal ini diroyeksi dapat membantu meningkatkan PDB Rusia sebesar 1,5% per tahun.

Namun, menciptakan sistem pembayaran dapat meningkatkan risiko Bakalchuk berada di bawah sanksi AS atau Eropa karena sekutu barat Ukraina telah menargetkan layanan keuangan Rusia lainnya, termasuk sistem pembayaran Mir dan setara Swift bank sentral, yang disebut SPFS.

Di sisi lain, Ia menciptakan sistem pembayaran yanga dapat meningkatkan risiko Bakalchuk berada di bawah sanksi AS atau Eropa karena sekutu barat Ukraina telah menargetkan layanan keuangan Rusia lainnya, termasuk sistem pembayaran setara Swift bank sentral, yang disebut SPFS.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Rekomendasi
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Nyaris Telanjang, Ivana...
Nyaris Telanjang, Ivana Knoll Bikin Gempar Piala Dunia 2026
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Tarif Trump Bikin Harta...
Tarif Trump Bikin Harta Orang Terkaya Dunia Susut Rp3.400 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved