Biden dan Trump Debat Capres, IMF Ingatkan Utang AS Segunung
Jum'at, 28 Juni 2024 - 21:34 WIB
loading...
A
A
A
Para ekonom dan investor semakin khawatir bahwa baik Presiden AS Joe Biden maupun saingannya dari Partai Republik, Donald Trump tidak siap untuk melakukan hal yang cukup untuk mengendalikan pengeluaran yang merajalela.
Keduanya bertemu di Atlanta untuk debat pertama dalam siklus pemilu saat ini. IMF mengatakan bahwa kedua kandidat perlu mempertimbangkan dengan hati-hati berbagai kenaikan pajak termasuk kenaikan pajak bagi mereka yang berpenghasilan di bawah USD400.000 per tahun, yang mana Biden telah berjanji untuk tidak membayar lebih banyak pajak apabila ia berhasil memenangkan masa jabatan kedua di Gedung Putih.
Rencana pajak Trump, yang termasuk membuat permanen serangkaian pemotongan yang ia perkenalkan pada tahun 2017, diperkirakan akan menambah beban antara USD4 triliun dan USD5 triliun pada defisit AS selama satu dekade mendatang.
Direktur pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan, pertumbuhan yang kuat di AS berarti negara ini memiliki ruang untuk mengatasi beban fiskalnya.
"Ada godaan untuk menunda keputusan-keputusan yang berhubungan dengan hutang dan defisit untuk masa depan, daripada membayarnya ketika matahari bersinar dan kondisinya baik," ujar dia pada sebuah konferensi pers dilansir dari FT, Jumat (28/6/2024).
Keduanya bertemu di Atlanta untuk debat pertama dalam siklus pemilu saat ini. IMF mengatakan bahwa kedua kandidat perlu mempertimbangkan dengan hati-hati berbagai kenaikan pajak termasuk kenaikan pajak bagi mereka yang berpenghasilan di bawah USD400.000 per tahun, yang mana Biden telah berjanji untuk tidak membayar lebih banyak pajak apabila ia berhasil memenangkan masa jabatan kedua di Gedung Putih.
Rencana pajak Trump, yang termasuk membuat permanen serangkaian pemotongan yang ia perkenalkan pada tahun 2017, diperkirakan akan menambah beban antara USD4 triliun dan USD5 triliun pada defisit AS selama satu dekade mendatang.
Direktur pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan, pertumbuhan yang kuat di AS berarti negara ini memiliki ruang untuk mengatasi beban fiskalnya.
"Ada godaan untuk menunda keputusan-keputusan yang berhubungan dengan hutang dan defisit untuk masa depan, daripada membayarnya ketika matahari bersinar dan kondisinya baik," ujar dia pada sebuah konferensi pers dilansir dari FT, Jumat (28/6/2024).
Lihat Juga :