Rusia Membanjiri Eropa dengan Gas Diskon untuk Memenangkan Hati Pembeli Barat

Sabtu, 29 Juni 2024 - 10:48 WIB
loading...
Rusia Membanjiri Eropa...
Rusia telah membanjiri gas diskon ke pasar Eropa, yang diyakini sebagai upaya untuk menjaga negara-negara tetap terhubung pada pasokan energi Moskow. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Rusia telah membanjiri gas diskon ke pasar Eropa, yang diyakini sebagai upaya untuk menjaga negara-negara tetap terhubung pada pasokan energi Moskow. Hal ini diungkapkan oleh Pusat Analisis Kebijakan Eropa.

Baca Juga: Rusia Ungkap Kemajuan Mega Proyek Pipa Gas Baru Berjuluk Power of Siberia ke China

Diterangkan oleh think tank, gas diskon Rusia menjadi strategi agar mendapatkan dukungan, terkait kesepakatan transit utama antara Rusia dan Barat. Diketahui dalam kurun waktu kurang dari enam bulan, kontrak pada pipa utama akan berakhir yang berpotensi menutup koridor perdagangan bersejarah yang membentang melalui Ukraina.

"Taruhannya tinggi. Keputusan transit Ukraina tidak hanya akan memengaruhi keamanan jangka panjang negara itu, tetapi juga seluruh kebijakan energi masa depan Eropa dan pada akhirnya nasib bisnis gas Rusia itu sendiri," tulis Aura Sabadus dari lembaga kajian Inggris, Independent Commodity Intelligence Services.

Baca Juga: 4 Alasan Negara-Negara Eropa Tidak Bisa Lepas dari Ketergantungan Gas Rusia

Setelah Moskow melancarkan perangnya di Ukraina pada tahun 2022, kemunduran tak terduga pembeli Eropa mendatangkan malapetaka pada industri gas Rusia. Raksasa gas milik negara Gazprom kemudian mengumumkan kerugian terbesarnya dalam 25 tahun, dan tidak mungkin memulihkan penjualan gas yang hilang secara sekejap.

Setidaknya menurut perkiraan internal, butuh waktu selama satu dekade atau lebih untuk bisa kembali. Sementara pasar alternatif membantu perdagangan agak pulih, Rusia tampaknya siap untuk mencoba dan memenangkan kembali pelanggan Eropa, seperti diungkapkan CEPA.

Meskipun rute Ukraina terus memasok pasar Barat selama perang, ancaman kedaluwarsa pada Januari kemungkinan akan cukup untuk mengambil risiko kebangkrutan untuk Gazprom.

Untuk alasan ini, penurunan harga gas setidaknya 10% sudah memukul pasar Eropa Tengah dan Timur, dan minat pembeli mulai terlihat. Slovakia, Hungaria, dan Austria adalah beberapa contoh CEPA yang dikutip sebagai pelanggan untuk gas Rusia.

"Harga diskon dan ketersediaan rute yang berbeda menjadi bermanfaat bagi perusahaan-perusahaan Eropa, menawarkan potensi keuntungan yang lebih besar," jelas Sabadus.

Kondisi ini cukup untuk membangun kembali pangsa pasar Gazprom yang hilang. Selanjutnya, pedagang Eropa Selatan meraup untung dengan membeli gas Rusia murah yang dipompa melalui pipa Turki dan kemudian menjualnya dengan harga premium di pasar Eropa Barat, sarannya.

"Karena kapasitas ekspor Turki terbatas untuk saat ini, dan sistem transmisi Ukraina dapat transit lebih dari 100 miliar meter kubik per tahun, pembeli tidak diragukan lagi melihat peluang untuk mereplikasi model pada skala yang jauh lebih besar," kata Sabadus.

Sementara itu, politisi Ukraina telah menegaskan bahwa mereka tidak akan memperbarui kontrak, meskipun infrastruktur energi Kiev yang dilanda perang telah menekannya untuk lebih condong ke pasokan gas menjelang musim dingin.

Namun, hal itu bisa didapatkan dari pemasok lain seperti Polandia, saran CEPA.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
Rusia Tebar Diskon Gas...
Rusia Tebar Diskon Gas ke China Sampai 2029, Lebih Murah dari Eropa
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rekomendasi
Bea Cukai Ngurah Rai-Polda...
Bea Cukai Ngurah Rai-Polda Bali Gagalkan Peredaran 937 Butir Narkoba Jenis Mephedrone
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Adik Keisya Levronka...
Adik Keisya Levronka Gugat Untar Rp1 Miliar usai Jatuh dari Lantai 6
Berita Terkini
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Tegaskan Komitmen Tata Kelola Guna Jaga Kepercayaan Nasabah
Tata Kelola RKAB Perlu...
Tata Kelola RKAB Perlu Dibenahi demi Menjaga Pasokan Batu Bara
Purbaya Dijadwalkan...
Purbaya Dijadwalkan Uji Coba Perbaikan Coretax Pekan Depan
Harga Gas Industri Turun...
Harga Gas Industri Turun Jadi USD13 per MMBTU, Said Iqbal Ungkap Ancaman PHK Mereda
Pertaruhan Masa Depan...
Pertaruhan Masa Depan Ketahanan Energi, Komut Pertamina Cek Keandalan GRR Tuban
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved