Era Green Economy, Generasi Muda Harus Memiliki Kompetensi Hijau
Rabu, 03 Juli 2024 - 22:47 WIB
loading...
YEIBHI dan GETI menggelar pelatihan bertajuk Optimalisasi Kompetensi Hijau secara Berkelanjutan dalam kegiatan Green Economy Expodi di Jakarta Convention Center (JCC), 3-5 Juli 2024. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Yayasan Ekonomi Inklusif Biru Hijau Indonesia (YEIBHI) dan Global Edukasi Talenta Incubator (GETI) berkolaborasi mencetak generasi muda Indonesia yang memiliki kompetensi hijau. Hal ini untuk menyongsong era baru dunia yang fokus pada revolusi menuju Green Economy. Sebuah tatanan ekonomi yang tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial, tetapi juga mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial yang berkelanjutan.
Kolaborasi YEIBHI dan GETI dituangkan melalui peluncuran perdana pelatihan bertajuk “Optimalisasi Kompetensi Hijau secara Berkelanjutan” dalam kegiatan Green Economy Expo, dengan tema “Advancing Technology, Innovation, and Circularity”. Kegiatan ini diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas, 3-5 Juli 2024 di Jakarta Convention Center (JCC).
Sebelumnya, YEIBHI dan GETI telah banyak bekerja sama mendampingi generasi muda Indonesia untuk beraksi nyata dalam advokasi, kolaborasi dan kemitraan pengembangan aneka produk sirkular yang ramah lingkungan seperti berbahan biokomposit, hasil daur ulang, pengolahan-pemanfaatan limbah dan pemanfaatan nilai ekonomi keragaman hayati melalui usaha budidaya tanaman hias. “Kompetensi hijau adalah serangkaian pengetahuan, keterampilan dan sikap yang perlu dimiliki generasi muda dalam menghadapi krisis iklim global sehingga kesejahteraan ekonomi, fungsi sosial dan lingkungan tetap dapat berkelanjutan,” kata Direktur Eksekutif YEIBHI Sunny W.H. Reetz, Rabu (3/7/2024).
Beberapa kompetensi hijau yang perlu dimiliki angkatan kerja muda dalam menghadapi krisis global di antaranya pemahaman holistik tentang perubahan iklim global dan keberlanjutan. Kemudian aplikasi pendekatan integrasi “BLUE dan GREEN Economy, kepemilikan atribut green (skills, abilities, attitudes, behavior dan awareness), kemampuan komunikasi, dan manajemen keberlanjutan.
”Tidak kalah penting juga bagi angkatan kerja muda untuk dapat aktif mengadopsi gaya hidup berkelanjutan dan menjadi agen perubahan (agent of change),” tambahnya.
Titik berat kolaborasi YEIBHI dan GETI untuk generasi muda dengan kompetensi hijau merujuk pada fenomena bonus demografi Indonesia. Di mana antara 2020-2035 diperkirakan hampir seperempat penduduk Indonesia atau 64,16 juta jiwa penduduk adalah pemuda.
Dapat dipastikan, tulang punggung era green economy adalah generasi muda yang saat ini banyak tersebar dalam lembaga pemerintahan, perusahaan swasta atau kalangan start-up. “Untuk melakukan akselerasi lahirnya pemimpin muda dengan kompetensi hijau, perlu didukung dengan format pelatihan dan sarana infrastruktur kelas pelatihan berbasis digital sehingga menjadi lebih menarik dan mampu menjangkau banyak peserta untuk belajar dimana dan kapan saja,” jelas Direktur Business Development GETI Divera Wicaksono.
Kolaborasi YEIBHI dan GETI dituangkan melalui peluncuran perdana pelatihan bertajuk “Optimalisasi Kompetensi Hijau secara Berkelanjutan” dalam kegiatan Green Economy Expo, dengan tema “Advancing Technology, Innovation, and Circularity”. Kegiatan ini diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas, 3-5 Juli 2024 di Jakarta Convention Center (JCC).
Sebelumnya, YEIBHI dan GETI telah banyak bekerja sama mendampingi generasi muda Indonesia untuk beraksi nyata dalam advokasi, kolaborasi dan kemitraan pengembangan aneka produk sirkular yang ramah lingkungan seperti berbahan biokomposit, hasil daur ulang, pengolahan-pemanfaatan limbah dan pemanfaatan nilai ekonomi keragaman hayati melalui usaha budidaya tanaman hias. “Kompetensi hijau adalah serangkaian pengetahuan, keterampilan dan sikap yang perlu dimiliki generasi muda dalam menghadapi krisis iklim global sehingga kesejahteraan ekonomi, fungsi sosial dan lingkungan tetap dapat berkelanjutan,” kata Direktur Eksekutif YEIBHI Sunny W.H. Reetz, Rabu (3/7/2024).
Beberapa kompetensi hijau yang perlu dimiliki angkatan kerja muda dalam menghadapi krisis global di antaranya pemahaman holistik tentang perubahan iklim global dan keberlanjutan. Kemudian aplikasi pendekatan integrasi “BLUE dan GREEN Economy, kepemilikan atribut green (skills, abilities, attitudes, behavior dan awareness), kemampuan komunikasi, dan manajemen keberlanjutan.
”Tidak kalah penting juga bagi angkatan kerja muda untuk dapat aktif mengadopsi gaya hidup berkelanjutan dan menjadi agen perubahan (agent of change),” tambahnya.
Titik berat kolaborasi YEIBHI dan GETI untuk generasi muda dengan kompetensi hijau merujuk pada fenomena bonus demografi Indonesia. Di mana antara 2020-2035 diperkirakan hampir seperempat penduduk Indonesia atau 64,16 juta jiwa penduduk adalah pemuda.
Dapat dipastikan, tulang punggung era green economy adalah generasi muda yang saat ini banyak tersebar dalam lembaga pemerintahan, perusahaan swasta atau kalangan start-up. “Untuk melakukan akselerasi lahirnya pemimpin muda dengan kompetensi hijau, perlu didukung dengan format pelatihan dan sarana infrastruktur kelas pelatihan berbasis digital sehingga menjadi lebih menarik dan mampu menjangkau banyak peserta untuk belajar dimana dan kapan saja,” jelas Direktur Business Development GETI Divera Wicaksono.
Lihat Juga :