Era Green Economy, Generasi Muda Harus Memiliki Kompetensi Hijau
Rabu, 03 Juli 2024 - 22:47 WIB
loading...
A
A
A
Pelatihan “Optimalisasi Kompetensi Hijau secara Berkelanjutan” juga mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Dengan demikian kualitas lulusan pelatihan memiliki tolak ukur yang diakui secara nasional dan internasional terkait pengunaan berbagai instrumen selaras perubahan iklim global.
Dalam booth Green Economy Expo 2024, YEIBHI dan GETI juga menghadirkan aneka produk inovatif yang ramah lingkungan dan salah satunya berbahan dasar biokomposit. Produk biokomposit adalah material yang dibuat dari kombinasi biomassa dan polimer, yang memiliki sifat ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.
“Di era krisis global dan menuju ekonomi yang lebih hijau, biokomposit memiliki prospek menjanjikan dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, menurunkan emisi karbon, dan mengurangi limbah plastik,” ujar Guru Besar dalam bidang Biokomposit Fakultas Kehutanan IPB Dede Hermawan.
Khusu produk sirkular Wood pellet yang terbuat dari limbah industri perkayuan dapat menjadi sumber energi baru terbarukan masa depan, yang berpotensi sebagai bahan baku pembangkit listrik pengganti batu bara. Energi yang dihasilkan Wood pellet sekitar 4.200 kkal/kg atau setara 17,57 MJ, dimana hampir mendekati kalori rataan batu bara yang sebesar 20-25 MJ/kg.
Pengembangan produk biokomposit juga dapat membuka peluang bisnis baru yang berkelanjutan. Produk sirkular inovatif lainnya yang ada dalam booth YEIBHI dan GETI antara lain dari drum bekas Drum Bujana, produk olahan drum bekas, Tri Kreasi Menik, produk olahan limbah kertas, Hexagon Jewelry, produk perhiasan plastik olahan limbah sisa kemasan kosmetik, serta Bina Tropicals, eksportir tanaman hias.
Dalam booth Green Economy Expo 2024, YEIBHI dan GETI juga menghadirkan aneka produk inovatif yang ramah lingkungan dan salah satunya berbahan dasar biokomposit. Produk biokomposit adalah material yang dibuat dari kombinasi biomassa dan polimer, yang memiliki sifat ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.
“Di era krisis global dan menuju ekonomi yang lebih hijau, biokomposit memiliki prospek menjanjikan dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, menurunkan emisi karbon, dan mengurangi limbah plastik,” ujar Guru Besar dalam bidang Biokomposit Fakultas Kehutanan IPB Dede Hermawan.
Khusu produk sirkular Wood pellet yang terbuat dari limbah industri perkayuan dapat menjadi sumber energi baru terbarukan masa depan, yang berpotensi sebagai bahan baku pembangkit listrik pengganti batu bara. Energi yang dihasilkan Wood pellet sekitar 4.200 kkal/kg atau setara 17,57 MJ, dimana hampir mendekati kalori rataan batu bara yang sebesar 20-25 MJ/kg.
Pengembangan produk biokomposit juga dapat membuka peluang bisnis baru yang berkelanjutan. Produk sirkular inovatif lainnya yang ada dalam booth YEIBHI dan GETI antara lain dari drum bekas Drum Bujana, produk olahan drum bekas, Tri Kreasi Menik, produk olahan limbah kertas, Hexagon Jewelry, produk perhiasan plastik olahan limbah sisa kemasan kosmetik, serta Bina Tropicals, eksportir tanaman hias.
(poe)
Lihat Juga :