Konflik Israel Bikin Pasar Minyak Dunia Was-was, Brent Tahun Ini Bisa USD90 per Barel
Kamis, 04 Juli 2024 - 11:44 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu kenaikan permintaan juga telah mengangkat harga minyak mentah dalam beberapa pekan terakhir. Bulan lalu, minyak mentah AS naik 6%.
"Kekuatan terbaru dalam harga dikaitkan dengan menyusutnya persediaan minyak mentah dan produk, dengan permintaan lebih tinggi serta perjalanan," ungkap Dennis Kissler, selaku wakil presiden senior di BOK Financial dalam sebuah catatan baru-baru ini.
"Suhu yang lebih panas yang melanda sebagian besar AS juga merupakan permintaan positif untuk pembangkit listrik," tambahnya.
Wall Street secara luas memperkirakan permintaan yang melambat di tengah pasokan yang lebih besar akan mengirim harga lebih rendah tahun depan. Analis JPMorgan memperkirakan rata-rata harga Brent bakal berada di USD75 pada tahun 2025, turun tajam dari USD83 pada tahun 2024.
Sedangkan Goldman Sachs telah mempertahankan targetnya untuk tahun depan, dengan tidak berubah pada rata-rata USD82 per barel.
"Kekuatan terbaru dalam harga dikaitkan dengan menyusutnya persediaan minyak mentah dan produk, dengan permintaan lebih tinggi serta perjalanan," ungkap Dennis Kissler, selaku wakil presiden senior di BOK Financial dalam sebuah catatan baru-baru ini.
"Suhu yang lebih panas yang melanda sebagian besar AS juga merupakan permintaan positif untuk pembangkit listrik," tambahnya.
Wall Street secara luas memperkirakan permintaan yang melambat di tengah pasokan yang lebih besar akan mengirim harga lebih rendah tahun depan. Analis JPMorgan memperkirakan rata-rata harga Brent bakal berada di USD75 pada tahun 2025, turun tajam dari USD83 pada tahun 2024.
Sedangkan Goldman Sachs telah mempertahankan targetnya untuk tahun depan, dengan tidak berubah pada rata-rata USD82 per barel.
(akr)
Lihat Juga :