Taylor Swift The Eras Tour Menyulut Inflasi Eropa, Ini Kata Bos Bank Sentral Lagarde

Kamis, 04 Juli 2024 - 16:14 WIB
loading...
Taylor Swift The Eras...
Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde bicara soal Swiftonomics buat ekonomi Eropa, sejauh mana efeknya terhadap inflasi Benua Biru. Foto/Dok
A A A
BRUSSELS - Konser Taylor Swift bertajuk The Eras Tour disebutkan, bukan menjadi satu-satunya faktor yang memicu inflasi tinggi di kawasan euro. Hal ini diungkapkan oleh Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde, seperti dilansir CNBC.

Baca Juga: Dampak Nyata Konser Taylor Swift ke Ekonomi Singapura Capai Rp4,6 Triliun

Konser Taylor Swift pada 18 kota di Eropa , yang tiketnya terjual habis selama rangkaian The Eras Tour, menurut beberapa ahli memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan. Tidak main-main, Swiftnomics dirasakan juga pada kota-kota di seluruh 20 negara zona euro.

"Bukan hanya Taylor Swift, Anda tahu," kata Lagarde menanggapi pertanyaan tentang apakah tur Swift mendorong inflasi jasa di seluruh kawasan euro.

Baca Juga: Vinyl Taylor Swift hingga Rolling Stones Picu Inflasi di Inggris

Inflasi jasa, menjadi salah satu yang menjadi perhatian Bank Sentral Eropa (ECB) dan diawasi dengan ketat. Disebutkan bahwa inflasi zona euro cenderung tetap stabil pada level 4,1% di bulan Juni.

Sedangkan inflasi inti, yang tidak termasuk energi, makanan, alkohol dan tembakau, tetap di 2,9% dari bulan sebelumnya, nyaris meleset dari proyeksi 2,8%.

Pada saat yang sama, inflasi utama turun menjadi 2,5% pada bulan Juni, turun dari 2,6% sebulan sebelumnya, sejalan dengan ekspektasi dari jajak pendapat ekonom Reuters.

"Layanan adalah yang sulit," kata Lagarde, sembari menambahkan bahwa "penilaian masih dilakukan" pada apakah kekakuan itu bakal permanen.

Sebagai informasi ECB memangkas suku bunga pada bulan Juni untuk pertama kalinya dalam hampir lima tahun, menurunkan suku bunga utama menjadi 3,75% dari rekor 4%. Para ahli memperkirakan, bakal ada dua penurunan suku bunga lagi pada tahun ini.

Ada banyak perdebatan akhir-akhir ini tentang dampak ekonomi dari tur Swift pada ekonomi global karena konsumen secara tradisional berbelanja sangat royal pada konser, makanan, liburan dan kegiatan rekreasi lainnya, mendorong kenaikan harga. Dampaknya bahkan dijuluki oleh beberapa orang sebagai 'Swiftflation' dan 'Swiftonomics.'

Dibandingkan dengan tur 2023-nya di AS, kaki Swift di Eropa akan membawa "dampak ekonomi yang lebih besar" musim panas ini, ungkap Natalia Lechmanova, kepala ekonom di Mastercard Economics Institute kepada Forbes pada awal tahun ini.

Para ahli yang dikutip oleh CNBC menunjukkan, bahwa peningkatan belanja konsumen secara keseluruhan di sekitar tur konser musik, termasuk untuk artis seperti Bruce Springsteen, Pink dan Sting memberikan dorongan ekonomi.

Sementara yang lain mengklaim bahwa sulit untuk mengukur, dan bersikeras bahwa para bankir sentral kurang memperhatikan dampak dari peristiwa ini.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Rekomendasi
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Bahas Kemajuan Desa...
Bahas Kemajuan Desa Nifasi Papua Tengah, Forum Diskusi Publik Digelar di Jaksel
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Waktu Salat Fardhu
Berita Terkini
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Distribusi BBM di Tengah Lonjakan Permintaan
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved