Sukses Tikung Embargo Barat, Pendapatan Minyak Rusia Melonjak

Kamis, 04 Juli 2024 - 16:45 WIB
loading...
Sukses Tikung Embargo...
Pendapatan minyak Rusia malah melonjak di tengah pembatasan harga dan embargo yang diterapkan Barat. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pendapatan Rusia dari ekspor minyak melonjak hampir 50% bulan lalu dibandingkan dengan tahun lalu dipacu tingginya harga minyak Ural yang menjadi andalan negara itu. Peningkatan itu juga dicapai berkat suksesnya adaptasi produsen minyak Rusia terhadap sanksi Barat.

Pendapatan Moskow dari penjualan minyak mentah meningkat dengan pajak terkait minyak naik menjadi 590,6 miliar rubel atau sekitar USD6,7 miliar (sekira Rp107,2 triliun pada kurs Rp16.000 per USD) bulan lalu dibandingkan dengan 402,8 miliar rubel (USD4,5 miliar) pada Juni 2023. Hal itu dilaporkan Bloomberg berdasarkan data Kementerian Keuangan Rusia, yang dikutip Russia Today, Kamis (4/7/2024).

Baca Juga: Diberondong Sanksi Barat, Rusia Bukannya Bangkrut tapi Malah Kaya Raya

Data itu juga menunjukkan, total laba minyak dan gas tercatat tumbuh sebesar 41% menjadi 746,6 miliar rubel atau sekitar USD8,4 miliar. Menurut outlet berita tersebut, lonjakan tersebut dikaitkan dengan harga yang lebih tinggi untuk campuran ekspor utama Rusia, Ural. Kementerian menghitung pajak Juni berdasarkan harga Ural sebesar USD67,37 per barel, naik dari USD53,50 tahun lalu.

Diskon Ural terhadap patokan Brent global telah menurun, meskipun ada batasan harga USD60 per barel untuk minyak Rusia yang diterapkan secara paksa oleh G7 dan Uni Eropa (UE). Pemerintah Barat memberlakukan batasan harga tersebut bersamaan dengan embargo minyak Rusia yang diangkut melalui laut dalam upaya untuk melemahkan ekonomi negara tersebut, dan pada saat yang sama menjaga minyak mentah Rusia tetap mengalir ke pasar global.

Baca Juga: Sentimen Pro-Palestina menguat, Partai Buruh Diprediksi Memenangi Pemilu Inggris

Sanksi tersebut diberlakukan pada bulan Desember 2022 dan diikuti pada bulan Februari 2023 dengan pembatasan serupa terhadap ekspor produk minyak bumi Rusia. Sebagai tanggapan, Rusia telah mengalihkan sebagian besar ekspor energinya ke Asia – khususnya ke India dan China, di mana minyak dari negara tersebut telah dijual jauh di atas batasan harga Barat.

Pejabat UE telah berulang kali mengakui bahwa Moskow telah berhasil menghindari batasan tersebut, karena "hampir tidak ada" pengiriman minyak mentah yang dijual pada atau di bawah batas harga, yang merupakan pukulan bagi upaya Barat untuk membatasi pendapatan energi Rusia.

Bulan lalu, data Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa pendapatan anggaran Rusia dari minyak dan gas telah melonjak sebesar 73,5% antara Januari dan Mei tahun ini, dibandingkan dengan lima bulan pertama tahun 2023. Hasil penjualan minyak dan gas mencapai 4,95 triliun rubel atau sekira USD55,7 miliar dalam lima bulan pertama tahun ini.

Rusia memperkirakan pendapatan minyak dan gas akan mencapai 10,99 triliun rubel atau sekitar USD125 miliar (sekira Rp2.000 triliun) tahun ini, menurut data Kementerian Keuangan.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pertamina NRE Pasang...
Pertamina NRE Pasang PLTS Pertama di Kapal Angkut Minyak
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Rekomendasi
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved