Family Office Dikhawatirkan Jadi Tempat Pencucian Uang, Ini Alasannya
Minggu, 07 Juli 2024 - 14:32 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa saat ini ada dua negara di Asia yang memiliki family office terbanyak, yakni Singapura dengan 1.500 family office dan Hong Kong dengan sekitar 1.400 family office.
Baca Juga: Terungkap, Tentara Bayaran Barat Habisi Tawanan Perang Rusia Tak Bersenjata
Indonesia, kata Luhut memiliki momentum untuk menarik investasi berupa family office karena kedua negara tersebut, tengah mengalami perubahan. Hong Kong menurutnya tengah mengalami peningkatan tensi geopolitik. Sedangkan Singapura tengah mengalami perubahan regulasi investasi.
Momentum inilah yang memicu ambisi pemerintah untuk mendirikan family office di Indonesia. Luhut juga memastikan family office tidak akan menjadi tempat pencucian uang, dan sebaliknya mendorong dan mendukung pembangunan negara dengan masuknya modal dari family office.
"Nah ini sekarang sedang kita garap dengan cermat, tapi kita menghindari pencucian uang, dia harus datang kemari, dia taruh duit USD10-30 juta, terus dia harus investasi berapa juta, dan kemudian dia juga harus memakai orang untuk bekerja di family office tadi, itu yang kita pajaki," kata Luhut belum lama ini.
Baca Juga: Terungkap, Tentara Bayaran Barat Habisi Tawanan Perang Rusia Tak Bersenjata
Indonesia, kata Luhut memiliki momentum untuk menarik investasi berupa family office karena kedua negara tersebut, tengah mengalami perubahan. Hong Kong menurutnya tengah mengalami peningkatan tensi geopolitik. Sedangkan Singapura tengah mengalami perubahan regulasi investasi.
Momentum inilah yang memicu ambisi pemerintah untuk mendirikan family office di Indonesia. Luhut juga memastikan family office tidak akan menjadi tempat pencucian uang, dan sebaliknya mendorong dan mendukung pembangunan negara dengan masuknya modal dari family office.
"Nah ini sekarang sedang kita garap dengan cermat, tapi kita menghindari pencucian uang, dia harus datang kemari, dia taruh duit USD10-30 juta, terus dia harus investasi berapa juta, dan kemudian dia juga harus memakai orang untuk bekerja di family office tadi, itu yang kita pajaki," kata Luhut belum lama ini.
(fjo)
Lihat Juga :