Utang KAI Naik Signifikan, Sentuh Rp56,56 Triliun di Awal 2024
Rabu, 10 Juli 2024 - 10:22 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: MNC Insurance Kolaborasi dengan KAI dan Qoala For Enterprise Hadirkan Asuransi Pembatalan Tiket
Dalam tiga bulan pertama tahun ini, Salusra mengaku, pendanaan untuk LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Whoosh cukup tinggi sehingga membuat nilai utang perusahaan naik dari Rp50,46 triliun menjadi Rp56,56 triliun.
Alhasil, Debt to Equity Ratio (DER) atau rasio utang terhadap ekuitas juga naik menjadi 1,3 kali di kuartal I-2024. Padahal, posisi DER di akhir 2023 ada di level 1,0 kali. Hal tersebut banyak disebabkan oleh kenaikan debt yang tidak proporsional dengan kenaikan ekuitas.
“Nah di 2024 ini kita booking cukup besar dari pendanaan baik Kereta Cepat dan LRT, sehingga pertumbuhan signifikan aset kita di 2024, tiga bulan ini maupun dari liabiliti,” ucapnya.
“Nah ini tentu mengakibatkan efek di Debt to Equity Ratio kita yang tumbuh bisa 1,3 kali, DER kita di kuartal I-2024 ini, dari hanya 1,0 kali di akhir 2023,” tutur Salusra.
Dalam tiga bulan pertama tahun ini, Salusra mengaku, pendanaan untuk LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Whoosh cukup tinggi sehingga membuat nilai utang perusahaan naik dari Rp50,46 triliun menjadi Rp56,56 triliun.
Alhasil, Debt to Equity Ratio (DER) atau rasio utang terhadap ekuitas juga naik menjadi 1,3 kali di kuartal I-2024. Padahal, posisi DER di akhir 2023 ada di level 1,0 kali. Hal tersebut banyak disebabkan oleh kenaikan debt yang tidak proporsional dengan kenaikan ekuitas.
“Nah di 2024 ini kita booking cukup besar dari pendanaan baik Kereta Cepat dan LRT, sehingga pertumbuhan signifikan aset kita di 2024, tiga bulan ini maupun dari liabiliti,” ucapnya.
“Nah ini tentu mengakibatkan efek di Debt to Equity Ratio kita yang tumbuh bisa 1,3 kali, DER kita di kuartal I-2024 ini, dari hanya 1,0 kali di akhir 2023,” tutur Salusra.
(akr)
Lihat Juga :