Arab Saudi Bela Rusia, Tebar Ancaman ke Uni Eropa

Rabu, 10 Juli 2024 - 21:22 WIB
loading...
Arab Saudi Bela Rusia,...
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin selama pembukaan KTT G20 di Buenos Aires, Argentina 30 November 2018. FOTO/Sputnik
A A A
JAKARTA - Arab Saudi telah mengamati upaya-upaya Barat dalam memberikan sanksi kepada Rusia. Negara tersebut cemas alat yang sama dapat digunakan untuk melawan Riyadh. Riyadh memperingatkan bahwa mereka dapat menjual beberapa kepemilikan utang Eropa sebagai pembalasan atas langkah G7 yang menyita hampir USD300 miliar aset Rusia yang dibekukan, menurut laporan Bloomberg,

Ancaman tersebut disampaikan kementerian keuangan Arab Saudi awal tahun ini kepada sejumlah mitra G7 lantaran kelompok ini telah menyita aset-aset Rusia yang dirancang untuk mendukung Ukraina. Bloomberg melaporkan, Arab Saudi secara khusus mengisyaratkan keluar dari utang euro yang diterbitkan oleh Prancis. Riyadh telah mengkhawatirkan upaya-upaya Barat untuk menyita aset-aset Kremlin selama berbulan-bulan.

Baca Juga: Houthi Yaman Ancam Serang Arab Saudi jika Bantu Agresi AS

Pada bulan April, Politico melaporkan bahwa Arab Saudi, bersama dengan China dan Indonesia, secara pribadi melobi Uni Eropa untuk menentang penyitaan aset terhadap Rusia. Gertakan Arab Saudi kepada Uni Eropa tersebut merupakan peringatan serius dari kerajaan untuk mempengaruhi para pembuat kebijakan Barat. Anggota G7, yang terdiri dari AS, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Italia dan Jepang setuju untuk memberikan pinjaman kepada Ukraina sebesar USD50 miliar yang akan didukung oleh keuntungan yang dihasilkan dari aset-aset Rusia.

Langkah tersebut tidak sampai pada penyitaan penuh atas aset bank sentral Rusia senilai USD322 miliar yang dibekukan oleh Barat. Peringatan Arab Saudi itu kemungkinan besar menimbulkan pertentangan di antara beberapa negara anggota Uni Eropa terhadap pendekatan yang lebih kuat meskipun AS dan Inggris melobi untuk melakukan penyitaan secara langsung.

Hubungan Rusia-Saudi dalam Sorotan

Peringatan Arab Saudi menggarisbawahi kekhawatiran di negara-negara Teluk bahwa pada suatu hari nanti Barat bisa saja menerapkan tuas ekonomi serupa yang seperti yang dilakukan terhadap Rusia dengan menyita aset-aset negara Teluk di luar negeri jika kritik terhadap isu-isu hak asasi manusia di Teluk atau keputusan-keputusan kebijakan luar negeri mereka muncul kembali.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah merayu Arab Saudi yang kaya akan minyak ini untuk melawan isolasi terhadap Moskow di panggung dunia dan menopang pasar energi. Putin melakukan kunjungan langka ke Arab Saudi dan UEA pada bulan Desember lalu.

Baca Juga: Tinggalkan Dolar AS, Transaksi Dagang Rusia dan SCO Tembus Rp5.400 T

Melansir laporan dari MEE, Putin meminta izin Putra Mahkota Mohammed bin Salman sebelum mempersenjatai pemberontak Houthi di Yaman dengan rudal jelajah anti-kapal. Pemimpin Saudi, yang mengobarkan perang brutal melawan Houthi yang didukung Iran, mendesak Putin untuk tidak mempersenjatai kelompok tersebut, dan Rusia menurutinya. Arab Saudi bersaing dengan Rusia untuk menjadi eksportir minyak mentah terbesar di dunia.

Seperti negara-negara Teluk lainnya, mata uang Arab Saudi dipatok dengan dolar AS dan menjual minyaknya dalam greenback, sehingga meningkatkan posisi dolar sebagai mata uang cadangan dunia. Pada Januari 2023, Arab Saudi mengatakan sedang mempertimbangkan untuk berdagang dalam mata uang selain dolar AS setelah ada laporan bahwa mereka sedang berdiskusi dengan China tentang penjualan minyak mentah dalam yuan.

Tidak jelas berapa banyak utang Eropa yang dimiliki Arab Saudi, tetapi cadangan mata uang asing bersih bank sentralnya mencapai USD445 miliar. Arab Saudi memiliki USD135,9 miliar dalam bentuk surat utang AS, menempatkannya di peringkat ke-17 di antara para investor dalam obligasi AS.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Arab Saudi Diprediksi...
Arab Saudi Diprediksi Pangkas Harga Minyak ke Asia hingga USD8 per Barel
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Rekomendasi
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Sony Sonjaya Belum Ajukan...
Sony Sonjaya Belum Ajukan Permohonan Perlindungan Justice Collaborator ke LPSK
Hasil Survei: Publik...
Hasil Survei: Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran, Dukung Program MBG dan KDKMP
Berita Terkini
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Komisi XII Ingatkan Dampaknya terhadap Daya Beli
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved