Kenaikan Bea Masuk 200% Impor dari China Dinilai Bisa Berdampak Buruk
Kamis, 11 Juli 2024 - 18:04 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai contoh, di industri tekstil saat ini di Indonesia banyak mengambil bahan baku produksi dari China. Industri tekstil di Indonesia mengimpor bahan baku sekitar 80% dari China yang menjadi ongkos biaya produksi. Beban biaya bahan baku mengambil porsi sekitar 70% dari total biaya produksi. Sedangkan di negara tetangga seperti Malaysia, ketergantungan bahan baku impor di industri tekstilnya hanya sekitar 60%, dan di Vietnam hanya sekitar 50%.
"Apabila Pemerintah China membalas menaikkan harga komponen bahan baku, maka ini akan menjadi beban harga produk tekstil di Indonesia yang akan semakin meningkat. Sehingga masyarakat sulit menjangkau daya beli untuk produksi industri di dalam negeri, maka produk industri dalam negeri akan hancur karena masyarakat Indonesia tidak mampu membeli," paparnya.
Harga tekstil impor dari China yang dinaikkan hingga 200% juga akan membebani daya beli masyarakat yang ada di dalam negeri. Dan akhirnya perdagangan total hasil dari industri dalam negeri kita tidak terjangkau oleh masyarakat, serta hasil industri dari China pun tidak terjangkau oleh masyarakat dan bisa membawa dampak kehancuran perdagangan tekstil di dalam negeri.
"Ini tentu bisa mengakibatkan kehancuran industri dan perdagangan yang ada di dalam negeri ini, sehingga mengakibatkan pengangguran yang demikian besar dan tentu membawa dampak kemiskinan serta keterpurukan ekonomi nasional," tambahnya.
Baca Juga: 10 Alasan Harga Barang Impor dari China Lebih Murah Ketimbang Buatan Lokal Indonesia
"Apabila Pemerintah China membalas menaikkan harga komponen bahan baku, maka ini akan menjadi beban harga produk tekstil di Indonesia yang akan semakin meningkat. Sehingga masyarakat sulit menjangkau daya beli untuk produksi industri di dalam negeri, maka produk industri dalam negeri akan hancur karena masyarakat Indonesia tidak mampu membeli," paparnya.
Harga tekstil impor dari China yang dinaikkan hingga 200% juga akan membebani daya beli masyarakat yang ada di dalam negeri. Dan akhirnya perdagangan total hasil dari industri dalam negeri kita tidak terjangkau oleh masyarakat, serta hasil industri dari China pun tidak terjangkau oleh masyarakat dan bisa membawa dampak kehancuran perdagangan tekstil di dalam negeri.
"Ini tentu bisa mengakibatkan kehancuran industri dan perdagangan yang ada di dalam negeri ini, sehingga mengakibatkan pengangguran yang demikian besar dan tentu membawa dampak kemiskinan serta keterpurukan ekonomi nasional," tambahnya.
Baca Juga: 10 Alasan Harga Barang Impor dari China Lebih Murah Ketimbang Buatan Lokal Indonesia
Lihat Juga :