Pesawat Belum Bisa Mendarat di Bandara VVIP IKN, Gimana Nasib Upacara 17 Agustus?
Jum'at, 12 Juli 2024 - 17:32 WIB
loading...
Bandara VVIP IKN belum bisa digunakan untuk mendarat pesawat karena konstruksi hingga saat ini belum rampung. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra S. Atmawidjaja mengatakan bandara VVIP IKN belum bisa digunakan untuk mendarat pesawat. Saat ini bandara tersebut juga masih dalam tahap konstruksi.
Namun, pihaknya optimistis bandara VVIP IKN bisa digunakan secara fungsional pada 17 Agustus 2024 mendatang. Endra mengatakan bandara tersebut kemungkinan belum siap untuk dilandasi pesawat jenis Boeing, atau pesawat-pesawat berbadan besar. Sehingga, kemungkinan jika terdapat pesawat Boeing akan dialihkan ke Bandara terdekat IKN, yaitu di Balikpapan.
"Bisa (fungsional bandara), bergantung ukurannya (pesawat). Ada yang gede, ada yang kecil. Kalau yang mau pakai Boeing, yang besar ya tidak bisa (dilandasi)," ujar Endra di Kantor Kementerian PUPR, Jumat (12/7/2024).
Baca Juga: Hotel di IKN Hanya 1, Bagaimana Nasib Peserta hingga Tamu Undangan Upacara Kemerdekaan
Bandara IKN saat ini tengah dibangun dengan memiliki luas area 347 hektar dengan dilengkapi ruang VVIP dan VIP seluas 7.352 m2 dan targetmya dapat menampung 3 pesawat terbang.
Desain Bandara IKN memiliki panjang runway 3.000 x 45 meter yang dibangun oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Direktorat Jenderal Bina Marga. Akan tetapi, pada saat fungsional runway yang baru bisa digunakan sepanjang 2.200 meter.
Dukungan infrastruktur lainnya adalah pembangunan Apron 470 meter dari total luas 102.150 m2, dan taxiway sepanjang 290 meter dengan anggaran Rp4,3 triliun. "Kalau pesawat yang sekarang yang dipakai beliau (Presiden) (Airbus) bisa. Kalau yang badan besar itu, misalkan dari UAE, itu kan pesawatnya gede-gede ya, Amerika, tidak bisa," tutup Endra.
Namun, pihaknya optimistis bandara VVIP IKN bisa digunakan secara fungsional pada 17 Agustus 2024 mendatang. Endra mengatakan bandara tersebut kemungkinan belum siap untuk dilandasi pesawat jenis Boeing, atau pesawat-pesawat berbadan besar. Sehingga, kemungkinan jika terdapat pesawat Boeing akan dialihkan ke Bandara terdekat IKN, yaitu di Balikpapan.
"Bisa (fungsional bandara), bergantung ukurannya (pesawat). Ada yang gede, ada yang kecil. Kalau yang mau pakai Boeing, yang besar ya tidak bisa (dilandasi)," ujar Endra di Kantor Kementerian PUPR, Jumat (12/7/2024).
Baca Juga: Hotel di IKN Hanya 1, Bagaimana Nasib Peserta hingga Tamu Undangan Upacara Kemerdekaan
Bandara IKN saat ini tengah dibangun dengan memiliki luas area 347 hektar dengan dilengkapi ruang VVIP dan VIP seluas 7.352 m2 dan targetmya dapat menampung 3 pesawat terbang.
Desain Bandara IKN memiliki panjang runway 3.000 x 45 meter yang dibangun oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Direktorat Jenderal Bina Marga. Akan tetapi, pada saat fungsional runway yang baru bisa digunakan sepanjang 2.200 meter.
Dukungan infrastruktur lainnya adalah pembangunan Apron 470 meter dari total luas 102.150 m2, dan taxiway sepanjang 290 meter dengan anggaran Rp4,3 triliun. "Kalau pesawat yang sekarang yang dipakai beliau (Presiden) (Airbus) bisa. Kalau yang badan besar itu, misalkan dari UAE, itu kan pesawatnya gede-gede ya, Amerika, tidak bisa," tutup Endra.
Lihat Juga :