alexametrics

AP II Tawarkan Solusi Agar Tarif Pesawat Lebih Hemat 20%

loading...
AP II Tawarkan Solusi Agar Tarif Pesawat Lebih Hemat 20%
Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin. Foto/SINDOnews
A+ A-
BANDUNG - PT Angkasa Pura (AP) II menawarkan efisiensi tarif maskapai antara 10% hingga 20%, menyikapi tingginya tarif pesawat domestik akhir-akhir ini. Mereka menawarkan efisiensi operasional bandara untuk menekan biaya maskapai.

Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin, mengatakan salah satu faktor yang menyebabkan tingginya tarif tiket pesawat adalah beberapa hal terkait kebandaraan yang dinilai tidak efisien. Sehingga maskapai harus menanggung biaya operasional yang tidak sedikit.

Misalnya, ground handling dan passenger handling itu dikelola sendiri-sendiri oleh maskapai. Semua maskapai masing-masing mengeluarkan biaya. Sementara di bandara juga terdapat SDM yang menangani penumpang.



"Itu yang kami dorong agar efisien. Itu juga bisa menekan tarif antara 10% hingga 20%. Tinggal maskapai mau apa enggak. Ini sudah kami tawarkan ke mereka," kata Awaluddin, Rabu (26/6/2019).

Tak hanya itu, beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghemat biaya adalah layanan counter check in. Layanan itu bisa dilakukan secara digital. Apalagi masyarakat saat ini tidak terlalu suka sistem antre.

"Kalau kita sepakat, kita ubah semua jadi self service. Itu yang harus kita kolaborasikan. Jadi harus dipikirkan bersama operation service ini. Kalau hanya diambil dari landing fee, paling sebulan atau dua bulan. Habis itu mau diapain," beber dia.

PT Angkasa Pura II, kata dia, mendorong agar konsep insentif dari marketing intensif dan operation intensif dapat dikolaborasikan. Sehingga efisiensi dana bisa lebih ditekan. Selama ini, maskapai hanya memanfaatkan marketing intensif yang sifatnya momen tertentu. Seperti saat Lebaran. Sementara kolaborasi antara dua insentif itu dapat berlaku selamanya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak