Tol Laut Pelni Tak Sekadar Turunkan Biaya Logistik

Senin, 15 Juli 2024 - 21:36 WIB
loading...
A A A
Alfred pun kerap melakukan perjalanan menggunakan kapal Pelni menuju Manokwari pergi pulang. “Menggunakan jalan darat waktu tempuh lama. Menggunakan pesawat, tarifnya mahal. Jadi pilih Pelni, karena mudah dan waktu tempuh hanya sekitar delapan jam,” paparnya.

Senada dengan Alfred, Muhammad Nur Masamber (63) dan Ahad Sakka (70) pengurus BUMDes Arar Berdikari di Kampung Arar, Sorong mengatakan dengan beragam barang kebutuhan yang semakin mudah di akses, kehidupan warga di kampung Arar semakin dinamis. Jauh dari kesan terbelakang meskipun berada di kawasan terpencil.

“Masyarakat menjadi mudah untuk menjalankan beragam aktivitas, barnag keperluan sehari-hari mudah didapat,” tutur Masamber.

Ada perubahan kehidupan dibandingkan sebelum kampung di pulau terpencil itu terkoneksi dengan “dunia luar” melalui angkutan laut. “Ekonomi bergerak, kualitas pendidikan anak-anak semakin meningkat,” imbuh Sakka.

Tol Laut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menyediakan jaringan angkutan laut secara teratur. Upaya tersebut akan dicapai melalui penyelenggaraan pelayanan angkutan laut yang didukung peningkatan fasilitas kepelabuhanan yang prima. Salah satunya dengan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni Pelni.

Program tol laut ini dirancang tak hanya sekadar konektivitas wilayah barat dan timur Indonesia saja, namun lebih dari itu. Salah satu misi besarnya adalah pemerataan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat di seluruh Nusantara.

Kolaborasi dan Inovasi

Program tol laut yang digagas Presiden Jokowi sejatinya merupakan salah satu pilar untuk menyokong Indonesia menjadi negara poros maritim dunia. Khususnya dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Maju. Program tol laut sekaligus menegaskan benar-benar hadir di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan untuk seluruh lapisan masyarakat melalui kapal-kapal yang terjadwal rutin berlayar.

Salah satu operator tol laut yang ditunjuk pemerintah adalah Pelni. Pada 2023, kapal-kapal tol laut Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu berhasil mengangkut total 13.653 TEUs (twenty foot equivalent unit) barang. Terdiri dari 9.201 TEUs muatan berangkat dan 4.452 TEUs muatan balik.

Sedangkan tahun ini, kapal-kapal tol laut Pelni diproyeksikan mampu mengangkut 14.950 TEUs barang ke berbagai wilayah di Tanah Air. Hingga April 2024, barang yang sudah diangkut kapal-kapal tol laut Pelni mencapai 3.979 TEUs.

Saat ini Pelni mengoerasikan 26 kapal penumpang yang melayani 1.058 ruas dan menyinggahi 76 pelabuhan. Pelni juga melayani 44 trayek kapal perintis dan menyinggahi 281 pelabuhan dengan total 3.695 ruas yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP. Untuk pelayanan logistik, Pelni mengoperasikan 10 trayek Tol Laut serta 1 trayek khusus untuk kapal ternak.

Pengamat Maritim DR Marcellus Hakeng Jayawibawa menilai, program tol laut merupakan program strategis yang tak sekadar menurunkan biaya logistik, tetapi juga menjadi tali penyambung antarwilayah, dan pengungkit pemerataan pertumbuhan ekonomi di daerah. Dengan adanya tol laut yang salah satunya dilayani oleh Pelni itu, beberapa wilayah terpencil kini tersentuh modernisasi.

“Misi besar tol laut itu untuk pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Harus terus didukung, termasuk melibatkan pemerintah daerah,” tegasnya.

Marcellus menilai, komitmen Pelni dalam menjalankan penugasan dari pemerintah sudah melebihi kapasitasnya. Sehingga, agar terus bisa memberikan layanan bagi pertumbuhan ekonomi nasional, seluruh stakeholder perlu memberikan dukungan. “
Pelni sudah all out dalm tol laut ini. Karenanya, perlu ada regulasi-regulasi, keterlibatan pemerintah daerah, sehingga tol laut terus lancar,” katanya.

Keterlibatan pemerintah daerah dinilai perlu, lantaran beberapa kapal tol laut tak maksimal dalam engangkut muatan balik. Jika masalah tersebut diabaikan, di masa depan berpotensi menjadi beban keuangan bagi operator. “Karenanya, pemerintah daerah perlu berinovasi dan berkolaborasi. Agar kapal-kapal tol laut setelah menurunkan barang, tak kembali tangpa mengangkut barang alias kosong,” terangnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Tekan Biaya Logistik,...
Tekan Biaya Logistik, ALDEI-ASDP Kolaborasi Perkuat Jalur Laut
Industri AMDK di Antara...
Industri AMDK di Antara Tekanan Energi dan Logistik, Menunggu Keberpihakan Negara
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
BMKG: Empat Bibit Siklon...
BMKG: Empat Bibit Siklon Tropis Terpantau di Sekitar Indonesia, Waspada Cuaca Ekstrem
Program Tol Laut, Pemerintah...
Program Tol Laut, Pemerintah Diminta Pertegas Fungsi Dinas Perdagangan Daerah
PT Pelni Buka Lowongan...
PT Pelni Buka Lowongan Kerja Kelasi hingga Dokter, Batas Usia 45 Tahun
Rekomendasi
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Berita Terkini
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved