Tol Laut Pelni Tak Sekadar Turunkan Biaya Logistik

Senin, 15 Juli 2024 - 21:36 WIB
loading...
Tol Laut Pelni Tak Sekadar...
Dengan visi tol laut, ada asa besar menurunkan biaya logistik dan meningkatkan pemerataan ekonomi, serta mempermudah mobilitas masyarakat di wilayah 3TP, dan mobilitas masyarakat antarpulau. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Biaya logistik yang mahal dan konektivitas antarwilayah yang masih terbatas menjadi salah satu persoalan nasional di masa lalu. Sebagai negara kepulauan yang memiliki 17.504 pulau, tentu moda transportasi laut menjadi tulang punggung konektvitas antarpulau. Namun dengan hanya 3.000 pelabuhan resmi yang beroperasi melayani kapal-kapal yang sandar, moda transportasi laut masih menghadapi banyak tantangan.

Tak salah jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin mengembalikan kejayaan sektor maritim Tanah Air dengan visi Tol Lautnya satu dekade silam. Dalam berbagai kesempatan, Presiden Jokowi menegaskan perlu solusi untuk menyelesaikan persoalan ketimpangan ekonomi antara wilayah barat dan timur Indonesia. Ibarat jurang, ketimpangannya terlalu dalam.

Baca Juga: Kemenhub Optimalkan Tol Laut untuk Perlancar Logistik

Selain pendapatan masyarakat yang tak merata karena kondisi perekonomian di setiap daerah berbeda, harga-harga barang di wilayah timur Indonesia di masa lalu, jauh lebih mahal dibandingkan harga di wilayah barat. Karenanya, dengan visi tol laut tersebut, Presiden Jokowi menaruh asa besar menurunkan biaya logistik dan meningkatkan pemerataan ekonomi, serta mempermudah mobilitas masyarakat di wilayah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan (3TP), dan mobilitas masyarakat antarpulau dengan menggunakan angkutan laut dengan biaya yang murah.

Raul Soamole tampak berbincang santai di lantai dua ruang tunggu Terminal Penumpang Nusantara, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pemuda berusia 24 tahun yang pernah bersekolah di SMK Yapis Fakfak itu hendak melakukan perjalanan menuju kepulauan Bangka.

Bersama lima orang kerabatnya, Raul akan berlayar menggunakan KM Sawita. Sayup-sayup dari mulut kerabat Raul, terdengar lagu ciptaan Saridjah Niung atau yang dikenal dengan Ibu Soed berjudul Nenek Moyangku Seorang Pelaut yang populer itu.

Baca Juga: Pelni Ajukan PMN 2025 Rp2,5 Triliun, Buat Beli 2 Kapal Baru

Lagu yang menggambarkan bagaimana nenek moyang bangsa Indonesia mengarungi samudera dengan gagah berani, dan menggambarkan kejayaan bangsa Indonesia di sektor maritim itu seolah tak lekang oleh waktu.

“Kapal akan berangkat sekitar jam sembilan malam. Kami datang lebih cepat agar tak terburu-buru masuk kapal,” ujarnya kepada SINDONews, Kamis (12/7/2024).

Raul dan lima kerabatnya hendak mengadu nasib ke Bangka setelah tiga bulan bekerja di Bekasi, bersama komunitas pendatang dari Distrik Fakfak, Papua Barat. “Mencoba mencari pekerjaan di Bangka, karena kami berenam dulunya bekerja sebagai nelayan,” ujarnya.

Rahul berkisah, mereka memilih menggunakan moda transportasi laut yang dilayani PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni lantaran biaya transportasi yang harus dirogohnya tak begitu besar.

Raul menyebutkan, tiga bulan silam, dari Fakfak ke Jakarta, mereka hanya menngeluarkan biaya sekitar Rp1 juta per orang. Sedangkan perjalanan dari Jakarta ke pulau Bangka, total Rp2,1 juta untuk enam orang. “Di atas kapal, kami mendapatkan tiga kali makan,” paparnya.

Raul pun mengaku terkesan dengan layanan yang dihadirkan Pelni. Selain menu makanan yang beragam, fasilitas di dek juga lebih baik dibandingkan di masa lalu. “Kondisinya berubah total, sekarang kapal Pelni bersih,”ujarnya.

Bagi masyarakat yang berasal dari kawasan timur Indonesia, kapal-kapal Pelni memberikan harapan bagi mereka untuk bisa mengakses wilayah yang lebih maju. Tak hanya itu bagi masyarakat kepulauan, hadirnya Pelni membuat akses terhadap beragam barang kebutuhan semakin mudah.

“Karena ada kapal-kapal tol laut, bahan baku dari Jawa dan Makassar cepat datang. Harganya pun sekarang lebih murah,” ungkap Alfred Lim, pemilik Restoran Sahara Jetty di pulau Doom, Sorong, Papua Barat Daya kepada SINDOnews beberapa waktu lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Tekan Biaya Logistik,...
Tekan Biaya Logistik, ALDEI-ASDP Kolaborasi Perkuat Jalur Laut
Industri AMDK di Antara...
Industri AMDK di Antara Tekanan Energi dan Logistik, Menunggu Keberpihakan Negara
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
BMKG: Empat Bibit Siklon...
BMKG: Empat Bibit Siklon Tropis Terpantau di Sekitar Indonesia, Waspada Cuaca Ekstrem
Program Tol Laut, Pemerintah...
Program Tol Laut, Pemerintah Diminta Pertegas Fungsi Dinas Perdagangan Daerah
PT Pelni Buka Lowongan...
PT Pelni Buka Lowongan Kerja Kelasi hingga Dokter, Batas Usia 45 Tahun
Rekomendasi
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
DPRD Kota Tangerang...
DPRD Kota Tangerang Matangkan Raperda Penyelenggaraan Transportasi
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved