Profil dan Sepak Terjang Janet Yellen, Menteri Keuangan Perempuan Pertama Amerika Serikat
Selasa, 16 Juli 2024 - 12:10 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Yellen Sepakat, Sanksi Barat Bisa Meruntuhkan Dolar AS
Pada 1994, Yellen mengambil cuti dari Berkeley untuk menjadi anggota Dewan Gubernur Federal Reserve System, sebuah jabatan yang dipegangnya hingga tahun 1997. Ia kemudian meninggalkan The Fed untuk menjadi ketua Dewan Penasihat Ekonomi Presiden Bill Clinton hingga 1999. Beliau juga mengetuai Komite Kebijakan Ekonomi Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).
Yellen kembali ke Berkeley pada tahun 1999 dan mengajar di sana hingga tahun 2004, ketika ia ditunjuk sebagai presiden Federal Reserve Bank of San Francisco. Ia diangkat sebagai wakil ketua Dewan Gubernur Fed pada tahun 2010. Tiga tahun kemudian, Presiden Barack Obama menominasikannya sebagai kepala Federal Reserve System berikutnya.
Ada beberapa kontroversi seputar pencalonannya, terutama karena banyak anggota Partai Republik yang percaya bahwa ia akan terlalu menekankan pada pengurangan pengangguran dan tidak cukup pada pengendalian inflasi. Namun demikian, pada bulan Januari 2014 ia dikonfirmasi oleh Senat AS dengan suara 56 banding 26, margin konfirmasi terkecil untuk kepala Federal Reserve System dalam sejarah. Masa jabatannya selama empat tahun dimulai pada 3 Februari 2014.
Setelah menjabat, Yellen memulai proses pembalikan beberapa kebijakan yang telah diberlakukan sebagai respons terhadap krisis subprime mortgage pada 2008. Secara khusus, ia mengawasi program penjualan obligasi Treasury dan hipotek yang telah dibeli oleh The Fed untuk menstimulasi perekonomian. Masa jabatannya juga terkenal dengan pertumbuhan lapangan kerja dan upah, yang keduanya terjadi ketika ia mempertahankan suku bunga rendah.
Pada 1994, Yellen mengambil cuti dari Berkeley untuk menjadi anggota Dewan Gubernur Federal Reserve System, sebuah jabatan yang dipegangnya hingga tahun 1997. Ia kemudian meninggalkan The Fed untuk menjadi ketua Dewan Penasihat Ekonomi Presiden Bill Clinton hingga 1999. Beliau juga mengetuai Komite Kebijakan Ekonomi Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).
Yellen kembali ke Berkeley pada tahun 1999 dan mengajar di sana hingga tahun 2004, ketika ia ditunjuk sebagai presiden Federal Reserve Bank of San Francisco. Ia diangkat sebagai wakil ketua Dewan Gubernur Fed pada tahun 2010. Tiga tahun kemudian, Presiden Barack Obama menominasikannya sebagai kepala Federal Reserve System berikutnya.
Ada beberapa kontroversi seputar pencalonannya, terutama karena banyak anggota Partai Republik yang percaya bahwa ia akan terlalu menekankan pada pengurangan pengangguran dan tidak cukup pada pengendalian inflasi. Namun demikian, pada bulan Januari 2014 ia dikonfirmasi oleh Senat AS dengan suara 56 banding 26, margin konfirmasi terkecil untuk kepala Federal Reserve System dalam sejarah. Masa jabatannya selama empat tahun dimulai pada 3 Februari 2014.
Setelah menjabat, Yellen memulai proses pembalikan beberapa kebijakan yang telah diberlakukan sebagai respons terhadap krisis subprime mortgage pada 2008. Secara khusus, ia mengawasi program penjualan obligasi Treasury dan hipotek yang telah dibeli oleh The Fed untuk menstimulasi perekonomian. Masa jabatannya juga terkenal dengan pertumbuhan lapangan kerja dan upah, yang keduanya terjadi ketika ia mempertahankan suku bunga rendah.
Lihat Juga :