Jakarta Tak Lagi Ibu Kota Negara, Intip Rencana Pengusaha Soal Gedung Kementerian Nganggur
Rabu, 17 Juli 2024 - 14:49 WIB
loading...
Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) punya rencana memanfaatkan gedung kementerian/lembaga (K/L) jika nantinya ibu kota negara pindah dari DKI Jakarta ke IKN Nusantara. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia ( HIPPINDO ) Budihardjo Iduansjah menyebut bahwa pihaknya memiliki rencana untuk memanfaatkan gedung kementerian/lembaga (K/L) jika nantinya ibu kota negara Republik Indonesia (RI) berpindah dari DKI Jakarta ke IKN Nusantara.
"Kami siap mengisi tempat-tempat kosong jika nanti K/L akan pindah, mungkin nanti gedungnya bisa kami pakai untuk jadi supermarket, restoran, atau pusat kuliner," ungkap Budihardjo dalam Konferensi Pers dan Sosialisasi Jakarta International Investment, Trade, Tourism and SME Expo (JITEX) 2024 di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (17/7/2024).
Baca Juga: Jakarta Tak Lagi Berstatus Ibu Kota, ke Mana Arah Investasinya?
Dia menyebutkan, bahwa sektor ritel sangat membutuhkan traffic. Maka dari itu, HIPPINDO sangat mendukung dan berperan aktif untuk membuat semua mall akan ramai, salah satunya dengan cara mendatangkan pameran atau membuat pameran, terutama yang pro lokal.
"Jadi, kami mendukung program "Beli Buatan Indonesia", yang mana ritel kami bagian pembelian tentu selalu mencari barang, dan hari ini saya lihat ada pameran di sini, akan kami informasikan kalau masih perlu kepada anggota untuk hadir mencari barang juga di pameran di Balai Kota DKI Jakarta ini," kata Budihardjo.
Salah satu gunanya, sambung dia, adalah untuk menjadi rantai pasok. Peran HIPPINDO sebagai asosiasi adalah untuk memastikan bahwa stok itu ada, karena kalau stok tidak ada, tentu ritel tidak akan berjualan, dan itu pun membutuhkan traffic.
"Maka dari itu kami setuju dengan konsep international investment (investasi internasional) yang ada di nama pameran ini, kami juga senang melihat ada kata-kata trade (perdagangan) dan SMEs (UMKM), bahwa fungsinya adalah perdagangan, ekspor impor itu harus cukup lancar, dan juga termasuk untuk turis," tambah Budihardjo.
"Kami siap mengisi tempat-tempat kosong jika nanti K/L akan pindah, mungkin nanti gedungnya bisa kami pakai untuk jadi supermarket, restoran, atau pusat kuliner," ungkap Budihardjo dalam Konferensi Pers dan Sosialisasi Jakarta International Investment, Trade, Tourism and SME Expo (JITEX) 2024 di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (17/7/2024).
Baca Juga: Jakarta Tak Lagi Berstatus Ibu Kota, ke Mana Arah Investasinya?
Dia menyebutkan, bahwa sektor ritel sangat membutuhkan traffic. Maka dari itu, HIPPINDO sangat mendukung dan berperan aktif untuk membuat semua mall akan ramai, salah satunya dengan cara mendatangkan pameran atau membuat pameran, terutama yang pro lokal.
"Jadi, kami mendukung program "Beli Buatan Indonesia", yang mana ritel kami bagian pembelian tentu selalu mencari barang, dan hari ini saya lihat ada pameran di sini, akan kami informasikan kalau masih perlu kepada anggota untuk hadir mencari barang juga di pameran di Balai Kota DKI Jakarta ini," kata Budihardjo.
Salah satu gunanya, sambung dia, adalah untuk menjadi rantai pasok. Peran HIPPINDO sebagai asosiasi adalah untuk memastikan bahwa stok itu ada, karena kalau stok tidak ada, tentu ritel tidak akan berjualan, dan itu pun membutuhkan traffic.
"Maka dari itu kami setuju dengan konsep international investment (investasi internasional) yang ada di nama pameran ini, kami juga senang melihat ada kata-kata trade (perdagangan) dan SMEs (UMKM), bahwa fungsinya adalah perdagangan, ekspor impor itu harus cukup lancar, dan juga termasuk untuk turis," tambah Budihardjo.
Lihat Juga :