Rebutan Transfer Minyak, China dan AS Diam-diam Perang Dingin di Irak
Jum'at, 19 Juli 2024 - 07:34 WIB
loading...
A
A
A
"Federal Reserve AS telah memberikan mandat kepada Irak untuk berhenti bertransaksi dengan yuan China, dengan tuduhan adanya ketidakberesan dan masalah-masalah tertentu dalam transaksi," ujar anggota Dewan Provinsi Baghdad, Moeen Al-Kadhimi, dalam sebuah pernyataan pers ketika mendiskusikan tentang anggota BRICS, China, dilansir dari Watcher Guru, Jumat (19/7/2024).
"Banyak keputusan-keputusan Bank Sentral Irak yang dipaksakan oleh Federal Reserve AS," tambahnya.
Baca Juga: Putin Luncurkan Senjata Baru, Lawan Balik Sanksi AS dan G7
China telah mendorong yuan untuk transaksi minyak dengan negara-negara berkembang. Negara komunis ini telah mengulurkan tangannya melalui Inisiatif Sabuk dan Jalan atau Jalur Sutra Baru.
Negara-negara di Asia dan Afrika telah menerima pinjaman miliaran dolar untuk membangun infrastruktur dan pelabuhan dari China. Oleh karena itu, China merasa lebih mudah untuk mendorong yuan melakukan transaksi dan memperkuat mata uang bersama dengan ekonominya.
"Banyak keputusan-keputusan Bank Sentral Irak yang dipaksakan oleh Federal Reserve AS," tambahnya.
Baca Juga: Putin Luncurkan Senjata Baru, Lawan Balik Sanksi AS dan G7
China telah mendorong yuan untuk transaksi minyak dengan negara-negara berkembang. Negara komunis ini telah mengulurkan tangannya melalui Inisiatif Sabuk dan Jalan atau Jalur Sutra Baru.
Negara-negara di Asia dan Afrika telah menerima pinjaman miliaran dolar untuk membangun infrastruktur dan pelabuhan dari China. Oleh karena itu, China merasa lebih mudah untuk mendorong yuan melakukan transaksi dan memperkuat mata uang bersama dengan ekonominya.
(nng)
Lihat Juga :