Bisnis Barang Mewah Lesu, Harta Bos Louis Vuitton Lenyap Rp174 Triliun
Jum'at, 19 Juli 2024 - 12:00 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, 500 orang lainnya dari kelompok ini telah mengalami peningkatan kekayaan bersih sebesar 13 persen, atau USD1 triliun. Kesenjangan antara kedua kelompok ini tidak terlalu besar sejak Mei 2022, kata outlet tersebut.
Banyak merek yang sedang berjuang, dengan LVMH milik Arnault melaporkan pertumbuhan penjualan yang lebih lambat di bidang fesyen dan barang-barang kulit pada kuartal I-2024. Sementara, L'Oreal milik Bettencourt Meyers mengalami perlambatan di seluruh dunia dan pada titik harga yang berbeda. Perusahaan ini membawahi merek yang sama dengan namanya, serta label-label seperti LancĂ´me, Yves Saint Laurent, dan lainnya. Pinault mengatakan pada awal tahun memperkirakan laba akan turun pada paruh pertama tahun 2024.
Baca Juga: Heboh, Cawapresnya Trump Sebut Inggris Negara Islam Pertama yang Bersenjata Nuklir
LVMH, L'Oreal, dan grup-grup lain akan merilis laporan keuangan mereka akhir bulan ini. Namun, musim ini diawali dengan awal yang kurang baik, dengan Burberry mengganti CEO-nya sebagai tanggapan atas peringatan laba dan Swatch mencatat penurunan penjualan dan laba. Konsumen tidak membelanjakan uangnya sebanyak biasanya untuk barang-barang mewah, dan para miliarder ini merasakan dampaknya pada dompet mereka sendiri.
Banyak merek yang sedang berjuang, dengan LVMH milik Arnault melaporkan pertumbuhan penjualan yang lebih lambat di bidang fesyen dan barang-barang kulit pada kuartal I-2024. Sementara, L'Oreal milik Bettencourt Meyers mengalami perlambatan di seluruh dunia dan pada titik harga yang berbeda. Perusahaan ini membawahi merek yang sama dengan namanya, serta label-label seperti LancĂ´me, Yves Saint Laurent, dan lainnya. Pinault mengatakan pada awal tahun memperkirakan laba akan turun pada paruh pertama tahun 2024.
Baca Juga: Heboh, Cawapresnya Trump Sebut Inggris Negara Islam Pertama yang Bersenjata Nuklir
LVMH, L'Oreal, dan grup-grup lain akan merilis laporan keuangan mereka akhir bulan ini. Namun, musim ini diawali dengan awal yang kurang baik, dengan Burberry mengganti CEO-nya sebagai tanggapan atas peringatan laba dan Swatch mencatat penurunan penjualan dan laba. Konsumen tidak membelanjakan uangnya sebanyak biasanya untuk barang-barang mewah, dan para miliarder ini merasakan dampaknya pada dompet mereka sendiri.
(nng)
Lihat Juga :